Motivasi penduduk untuk mengerjakan lahan surutan waduk Gadjah Mungkur : Studi kasus di desa Wuryantoro kecamatan Wuryantoro kabupaten Wonogiri
Puguh Ariyadi Isdiyanto Sudibyo, Drs. Soekadri
1985 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANPenelitian yang dititik beratkan pada masalah motivasi su-pemanfaatan lahan surutan waduk telah dilakukan di desa Wur-yantoro Kecamatan Wuryantoro Kabupaten Wonogiri. Desa terse-but merupakan salah satu wilayah yang berada di pinggiran wa-duk Gajah Mungkur. Sebagian penduduknya menggarap lahan rutan. Di antara penggarap lahan ini terdapat penduduk penda-tang yang berasal dari daerah yang sekarang tergenang waduk. Permasalahannya bahwa lahan tersebut sudah menjadi milik ne-gara, namun penduduknya masih tetap menggarapnya. Dengan ma-salah tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mo-tivasi apa yang mendorong penduduk setempat untuk menggarap lahan surutan tersebut. Penelitian ini merupakan studi kasus, dan dalam hal ini metode yang digunakan adalah metode sensus, di mana pengurm-pulan datanta menggunakan teknik wawancara terhadap seluruh responden (157 KK penggarap), dan beberapa pemuka masyarakat, serta pengamatan langsung di lapangan. Data yang dicari meli-puti data primer yang diperoleh melalui wawancara, dan penga-matan langsung, serta data sekunder dari kantor desa setempat dan instansi lain maupun publikasi yang ada kaitannya dengan masalah. Untuk menganalisa data dilakukan secara kuantitatif kualitatif dengan menggunakan tabel baik tabel frekuensi mau-pun tabel silang, kemudian dari tabel-tabel tersebut diambil kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi penduduk untuk mengerjakan lahan surutan, ternyata tidak hanya dipe-ngaruhi oleh faktor-faktor ekonomi saja, tetapi juga dipenga-ruhi faktor-faktor non ekonomi. Faktor ekonomi meliputi sem-pitnya luas pemilikan tanah maupun tanah garapan di luar la-han surutan, pendapatan yang kurang dapat mencukupi kebutuhan keluarga. Faktor non ekonomi meliputi keterikatan penggarap terhadap tanah bekas miliknya, keberhasilan orang lain, dan tidak adanya peraturan yang tegas, serta ketiadaan kontrol yang ketat dari pemerintah dalam mengelola lahan surutan ter-sebut. Beberapa implikasi pemanfaatan lahan surutan terhadap penduduk setempat, dapat terlihat pada sikap dan perilaku se-lama ini. Ternyata mereka bersikap responsif terhadap lahan surutan yang baru terbentuk itu. Sifat responsif itu diwujud-kan dalam pemanfaatan lahan surutan sebagai tempat bercocok tanam dengan mengikuti pola-pola teknik bercocok tanam yang sesuai dengan kondisi lahan surutan itu sendiri, serta meng-ikuti perkembangan pengetahuan yang mereka dapatkan dari pe-ngalamannya selama ini. Namun terhadap penyerapan tenaga ker-ja buruh, pemanfaatan lahan surutan ini tidak begitu berperan. Hal ini karena dalam menggarap lahan surutan tersebut mereka hanya menggunakan tenaga kerja keluarga atau gotong royong Sesama penggarap lain secara bergiliran yang tidak diimbali dengan upah. Hal ini mengakibatkan terjadinya keseimbangan sosial di daerah ini, yakni timbulnya rasa persaudaraan yang kuat antar sesama penggarap sehingga memperlancar kegiatan a mereka dalam memanfaatkan lahan surutan. Di samping itu kegi-atan tersebut dapat mewujudkan harapan mereka, yakni adanya peningkatan ekonomi keluarganya, walaupun peningkatan ekonomi tersebut tidak dirasakan secara berlebihan.
-
Kata Kunci : Pemanfaatan lahan surutan,Motivasi penduduk,Lahan Surutan,Wuryantoro,Wonogiri,Jawa Tengah