Laporkan Masalah

Peran Workplace Spirituality dan Psychological Capital terhadap Flourishing Karyawan PT KTU

Muhammad Luthfi Musyaffa' Azhar, Dr. Rizqi Nur’aini A’yuninnisa, S.Psi., M.Sc.

2025 | Skripsi | PSIKOLOGI

Pekerja merupakan kelompok yang rentan mengalami gangguan kesehatan mental di lingkungan kerja, yang pada akhirnya dapat memengaruhi kualitas hidup secara keseluruhan. Konsep flourishing atau kondisi kesejahteraan optimal menjadi penting karena mencerminkan individu yang sehat secara optimal. Perusahaan kini juga mulai mengedepankan nilai-nilai spiritualitas di tempat kerja untuk mendukung kesejahteraan karyawan, salah satunya adalah PT KTU. Di samping faktor lingkungan kerja, keberadaan psychological capital turut diperkirakan berdampak pada tingkat kesejahteraan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran workplace spirituality dan psychological capital secara simultan terhadap flourishing pada karyawan PT KTU. Penelitian ini juga menggunakan pendekatan kuantitatif dengan partisipan sebanyak 71 karyawan PT KTU. Instrumen yang digunakan meliputi Workplace Spirituality Scale, Psychological Capital Questionnaire (PCQ), dan Mental Health Continuum–Short Form (MHC-SF). Analisis data dilakukan dengan teknik regresi berganda dan menggunakan Jamovi versi 2.6.45. Hasil penelitian menunjukkan bahwa workplace spirituality dan psychological capital secara bersama-sama berperan signifikan terhadap flourishing karyawan PT KTU. Temuan ini menguatkan pentingnya kedua variabel tersebut dalam meningkatkan kesejahteraan karyawan pada perusahaan yang menekankan nilai spiritual. Oleh karena itu, perusahaan disarankan untuk merancang program dan kebijakan yang dapat memperkuat spiritualitas di tempat kerja sekaligus mengembangkan modal psikologis karyawan.


Workers are a group vulnerable to experiencing mental health issues in the workplace, which can ultimately affect overall quality of life. The concept of flourishing, or optimal well-being, is important because it reflects individuals who are healthy in an optimal sense. Companies are now beginning to emphasize workplace spirituality to support employee well-being, one example being PT KTU. In addition to workplace factors, the presence of psychological capital is also expected to impact the level of well-being. This study aims to examine the simultaneous role of workplace spirituality and psychological capital on flourishing among employees of PT KTU. The study employed a quantitative approach with 71 PT KTU employees as participants. The instruments used included the Workplace Spirituality Scale, the Psychological Capital Questionnaire (PCQ), and the Mental Health Continuum–Short Form (MHC-SF). Data analysis was conducted using multiple regression techniques with Jamovi version 2.6.45. The results indicated that workplace spirituality and psychological capital together significantly contributed to the flourishing of PT KTU employees. These findings reinforce the importance of these two variables in enhancing employee well-being in companies that emphasize spiritual values. Therefore, it is recommended that the company design programs and policies that can strengthen workplace spirituality while simultaneously developing employees’ psychological capital.


Kata Kunci : workplace spirituality, psychological capital, flourishing, karyawan.

  1. S1-2025-479143-abstract.pdf  
  2. S1-2025-479143-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-479143-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-479143-title.pdf