Peran Tuntutan Kerja Terhadap Willingness to Take Risks Pada Karyawan Generasi Z di Startup
Andini Adhwa Nabillah, Dr. Sumaryono, M.Si., Psikolog
2025 | Skripsi | PSIKOLOGI
Generasi Z kini sudah mulai mendominasi dunia kerja sebagai generasi tech-savvy yang siap berkembang lewat orientasi terhadap pencapaian. Namun, persepsi secara personal terhadap tuntutan pekerjaan dapat memengaruhi keinginan generasi ini dalam mengambil risiko, terutama pada lingkungan kerja startup yang dinamis dan penuh ketidakpastian. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran tuntutan kerja terhadap kesediaan mengambil risiko pada karyawan Generasi Z di perusahaan startup. Sebanyak 155 partisipan merupakan Generasi Z (18 – 28 tahun yang sudah bekerja minimal 3 bulan hingga kurang dari 3 tahun bekerja di startup, berpartisipasi melalui pengisian Skala Tuntutan kerja dan Skala WTR. Analisis regresi linier sederhana menunjukan hasil bahwa terdapat peran yang signifikan yang diberikan oleh tuntutan kerja terhadap kesediaan mengambil risiko dengan arah hubungan negatif. Meskipun kontribusinya relatif kecil, hasil ini mengimplikasikan pentingnya kesiapan psikologis Generasi Z dalam menghadapi tuntutan kerja serta perlunya perusahaan startup dalam menyediakan ekosistem kerja yang mendukung potensi inovatif karyawan.
Generation Z is increasingly dominating the workforce as a tech-savvy generation driven by achievement orientation. However, their personal perceptions of job demands can affect their willingness to take risks, especially in the dynamic and uncertain environment of a startup. This study aims to examine the role of job demands in predicting willingness to take risks among Generation Z employees in startups. A total of 155 participants aged 18–28 years, with work experience ranging from a minimum of three months to less than three years, completed the Job Demands Scale and the Willingness to Take Risks Scale. Simple linear regression analysis revealed a significant negative effect of job demands on willingness to take risks. Although the contribution was relatively small, the findings imply the importance of psychological resilience for Generation Z in facing job demands and highlight the need for startups to provide supportive work ecosystems that foster the innovative potential of their employees.
Kata Kunci : tuntutan kerja, kesediaan mengambil risiko, generasi Z, startup