Lexico-Grammatical Features of Stance in the Argumentative Essays of Singaporean Students of English as a Second Language (ESL) and Indonesian Students of English as a Foreign Language (EFL)
Adinda Puspa Nur Faiz, Dr. Aris Munandar, M.Hum.
2025 | Tesis | S2 Linguistik
Berdasarkan penelitian terdahulu yang menyoroti pentingnya ekspresi stance dalam tulisan argumentatif, penelitian ini, dengan menggunakan kerangka teori Biber, menganalisis bagaimana mahasiswa mengekspresikan stance. Meskipun penelitian-penelitian sebelumnya umumnya mengkaji tulisan akademik berbasis penelitian dan membandingkan penutur asli dan penutur asing, studi yang menelusuri bagaimana mahasiswa dari konteks pembelajaran yang berbeda menggunakan sumber daya leksiko-gramatika untuk mengekspresikan stance dalam esai argumentatif masih belum banyak dilakukan.
Dua korpus khusus berisi 312 esai (sekitar 74.000 kata) dikumpulkan dari mahasiswa Singapura penutur bahasa Inggris sebagai bahasa kedua (ESL) dan mahasiswa Indonesia penutur bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL), yang bersumber dari International Corpus Network of Asian Learners of English (ICNALE). Data dikumpulkan menggunakan perangkat lunak AntConc dengan menelusuri penanda stance sebagai kata kunci. Kalimat yang mengandung penanda tersebut kemudian dikategorikan berdasarkan fitur gramatika dan kategori semantiknya. Uji chi-kuadrat menggunakan Minitab menguji perbedaan frekuensi yang signifikan antara kedua korpus. Analisis selanjutnya dilakukan untuk menelusuri faktor-faktor yang mendasari perbedaan yang ditemukan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua kelompok menggunakan modal dan semi-modal, adverbia, serta klausa pemerlengkapan yang dikendalikan oleh verba, adjektiva, and nomina untuk mengekspresikan stance. Namun, mahasiswa Singapura mencerminkan variasi leksikal dan gramatika yang lebih luas serta tingkat kompleksitas yang lebih tinggi, dan menyampaikan pendapat yang lebih kritis dan tegas, sedangkan mahasiswa Indonesia cenderung menggunakan penanda stance yang lebih terbatas dan cenderung mengutarakan pendapat yang kurang tegas. Beberapa faktor yang memengaruhi perbedaan tersebut meliputi konteks pendidikan, pengalaman menulis, paparan dan input bahasa, pengaruh bahasa Indonesia, kemahiran bahasa Inggris, persepsi terhadap topik, serta orientasi penulis. Selain implikasi pedagogisnya, penelitian ini juga mencerminkan perbedaan orientasi dalam cara kedua kelompok menyampaikan pandangan mereka.
Drawing on previous studies that highlight the importance of stance in argumentative writing, using Biber’s stance framework, this study investigates how students express stance. While earlier research has predominantly focused on academic research writing and compared natives and non-natives, few studies have explored how undergraduate students from different learning contexts use lexico-grammatical resources to express stance in argumentative essays.
Two specialized corpora of 312 essays (approximately 74,000 words) were compiled from Singaporean students of English as a Second Language (ESL) and Indonesian students of English as a Foreign Language (EFL), primarily sourced from the International Corpus Network of Asian Learners of English (ICNALE). AntConc was used to collect data by searching stance markers as keywords. The sentences containing these markers were then classified according to their grammatical features and semantic categories. A chi-square test in Minitab confirmed significant frequency differences across the two corpora. Further analysis explored possible underlying factors.
The findings reveal that both groups employ modal and semi-modal verbs, stance adverbials, and stance complement clauses controlled by verbs, adjectives, and nouns to express stance. However, Singaporean students demonstrate broader lexical and grammatical variety, and greater complexity, also offer more critical and assertive opinions, whereas Indonesian students rely on a more restricted range of stance markers and tend to express less assertive viewpoints. Several key factors, including educational context, writing experience, language exposure and input, Indonesian influence, English proficiency, topic perception, and orientation, influence these differences. Alongside its pedagogical implications the study also reflects differing orientations between the two groups in expressing viewpoints.
Kata Kunci : argumentative essays, ESL, EFL, ICNALE, lexico-grammatical features, stance