Laporkan Masalah

Hubungan kondisi Fasilitas pelayanan sosial ekonomi dengan tingkat perkembangan wilayah di kabupaten Banjarnegara

Rahayu Tri Astuti, Prof. Dr. A.J. Suhardjo, M.A.; Drs. R. Rijanta, M.Sc.

2000 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Penelitian berjudul Hubungan Kondisi Fasilitas Pelayanan Sosial Ekonomi Dengan tingkat Perkembangan Wilayah ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan laju pertumbuhan antar wilayah, khususnya antara wilayah pusat dengan daerah belakang (hinterland) dan adanya kesenjangan distribusi fasilitas pelayanan sosial ekonomi (social economic facilities and services) yang terkonsentrasi di Kota Banjarnegara dan beberapa wilayah pusat pengembangan lain. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui variasi dan pola keruangan tingkat perkembangan wilayah di Kabupaten Banjarnegara, (2) mengetahui kondisi fasilitas sosial ekonomi dan signifikansi hubungannya dengan tingkat perkembangan wilayah Berdasarkan dua tujuan tersebut diidentifikasi wilayah-wilayah prioritas pengembangan pelayanan sosial ekonomi demi upaya pengembangan wilayah. Untuk mendapatkan variabel-variabel yang mampu menggambarkan variasi tingkat perkembangan wilayah, digunakan analisis faktor untuk mengekstraksi sejumlah variabel yang merupakan indikator tingkat perkembangan wilayah. Ketersediaan fasilitas pelayanan sosial ekonomi dianalisis dengan metode scalogram, daya layan diukur melalui rasio jumlah unit riil terhadap jumlah unit minimum fasilitas pelayanan sosial ekonomi. Hasil skor tingkat perkembangan wilayah, ketersediaan dan daya layan diklaskan dengan metode K-Means Cluster. Signifikansi hubungan kondisi fasilitas pelayanan dengan tingkat perkembangan wilayah diuji secara statistik menggunakan Korelasi Tata Jenjang Spearman. Hasil penelitian ini adalah (1) sebagian besar wilayah Kabupaten Banjarnegara bagian utara memiliki tingkat perkembangan wilayah rendah, dibandingkan dengan wilayah Kabupaten Banjarnegara bagian tengah-selatan (2) terdapat kesenjangan ketersediaan fasilitas pelayanan sosial ekonomi yang ditunjukkan oleh terkonsentrasinya kecamatan dengan hirarki I, II dan III di bagian tengah dan selatan Kabupaten Banjarnegara, sedangkan hirarki IV di kecamatan-kecamatan bagian utara, (3) secara umum tidak terjadi kesenjangan daya layan fasilitas pelayanan sosial ekonomi, sebagian besar wilayah memiliki daya layan sedang, (4) kondisi fasilitas pelayanan sosial ekonomi mempunyai hubungan yang tidak terlalu kuat dengan tingkat perkembangan wilayah, dengan arah hubungan yang positif. Wilayah yang terpilih untuk prioritas I pengembangan pelayanan sosial ekonomi adalah Kecamatan Punggelan, Pejawaran, Mandiraja, dan Bawang.

-

Kata Kunci : Perkembangan wilayah,Fasilitas Pelayanan Sosial ekonomi,Banjarnegara,Jawa Tengah

  1. S1-2002-98166-Rahayu_Tri_Astuti-abstract.PDF  
  2. S1-2002-98166-Rahayu_Tri_Astuti-bibliography.PDF  
  3. S1-2002-98166-Rahayu_Tri_Astuti-tableofcontent.PDF  
  4. S1-2002-98166-Rahayu_Tri_Astuti-title.PDF