Pola pertumbuhan industri di kabupaten Klaten dan faktor - faktor yang mempengaruhi
Okta Wulandari, Drs. Rafael Murtomo, M.S.; Drs. Agus Sutanto, M.Sc.
2000 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHSemakin menurunnya peranan sektor pertanian dalam penyediaan lapangan kerja dan penciptaan pendapatan, menyebabkan pemerintah harus mencari alternatif kegiatan ekonomi lain di luar sektor pertanian. Salah satu sektor yang cukup mendapat perhatian adalah sektor industri. Di dalam perkembangannya kegiatan industri akan dapat berlangsung dengan baik apabila didukung oleh ketersediaan potensi wilayah. Akan tetapi karena perbedaan potensi wilayah, maka pertumbuhan yang terjadi tidak sama pada tiap daerah, yang pada akhirnya akan membentuk pola pertumbuhan industri wilayah. Penelitian ini dilakukan di wilayah Kabupaten Dati II Klaten, dengan mengambil periode waktu tahun 1993 1997. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan industri di daerah penelitian, pola pertumbuhan industri yang terbentuk, pengaruh dari beberapa faktor industri, dan sejauhmana usaha yang telah dilakukan pemerintah dalam rangka pengembangan industri di daerah penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisa data sekunder yang terdiri dari tiga tahap, yaitu penentuan daerah penelitian, pengumpulan data, serta teknik pengolahan dan analisa data. Pengolahan dan analisa data dilakukan dengan menggunakan tabel frekuensi, tabel silang, dan teknik statistik, yaitu dengan teknik analisa korelasi serta dengan menggunakan analisis tetangga terdekat untuk mengetahui pola persebaran desa sentra industri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa industri di daerah penelitian didominasi oleh industri skala kecil. Selama tahun 1993 1997 terjadi pertumbuhan sektor industri di daerah penelitian. Hal ini ditunjukkan oleh kecenderungan pertumbuhan positif dari unit usaha, tenaga kerja, investasi dan nilai poduksi. Akan tetapi tidak terjadi perubahan pada pola persebaran, pola modernitas dan pola pemasaran dalam kurun waktu tersebut. Pola persebaran desa lingkungan sentra industri di daerah penelitian cenderung bersifat acak. Pola pemanfaatan teknologi produksi di daerah penelitian masih cenderung didominasi oleh penggunaan teknologi tradisional. Sedangkan pola pemasaran produknya sudah cenderung menjangkau pasaran regional. Tidak terjadinya perubahan pada ketiga pola ini disebabkan karena faktor alam atau kondisi fisik yang dimiliki suatu daerah, faktor pengusaha, tingkat aksesibilitas dan faktor intervensi pemerintah yang kurang menimbulkan dampak pada perubahan ketiga pola tersebut. Hubungan Asosiatif terjadi pada beberapa faktor industri dengan tingkat teknologi produksi dan jangkauan pemasaran produk industri, akan tetapi hubungan ini tidak terjadi antara faktor industri dengan pola persebaran. Ini berarti dapat disimpulkan bahwa pola pertumbuhan industri tidak selalu berasosiasi dengan faktor-faktor industri. Sementara itu bantuan pelayanan yang diberikan pemerintah dalam usaha mendukung pertumbuhan industri belum dapat dinikmati oleh seluruh sentra industri, disamping itu jenis bantuan yang diberikan masih berorientasi pada bantuan pemasaran.
-
Kata Kunci : Pertumbuhan Industri,Klaten,Jawa Tengah