Laporkan Masalah

Pemugaran rumah lingkungan secara swadaya sosial di desa Ngaglik kecamatan Sambi kabupaten Boyolali

Sahid Harijadi, Drs. Su Ritohardoyo, M.A.

1991 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Penulisan ini membahas hasil penelitian pemugaran rumah dan lingkungan, yang dilakukan secara swadaya sosial dalam kurun waktu antara tahun 1976-1990 oleh kelompok kepala keluarga di desa Ngaglik, kecamatan Sambi, kabupaten Boyolali. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui 1) keadaan sosial ekonomi anggota kelompok penugar rumah dan lingkungan secara swadaya, 2) perbedaan kecepatan penugaran rumah dan lingkungan dari anggota kelompok pemugaran rumah dan lingkungan secara swadaya sosial, 3) perbedaan kecepatan pemugaran rumah dan ling kungan dari anggota kelompok pemugar rumah dan lingkungan secara swadaya menurut sosial ekonomi anggota, perbedaan kualitas rumah dan lingkungan sesudah pemugaran dilakukan menurut kecepatan pemugaran rumah dan lingkungan. Untuk mencapai tujuan penelitian tersebut digunakan metode penelitian survei. Responden penelitian adalah kepala keluarga (KK) yang menjadi anggota lembaga swadaya sosial dan telah melaksanakan pemugaran rumah dan lingkungan tahun 1976-1990. Jumlah responden 212 KK yang tersebar di dusun-dusn desa Ngaglik. Analisis data menggunakan teknik tabulasi frekuensi dan tabulasi silang. 4) Hasil penelitian menunjukkan, bahwa kelompok kepala keluarga terbesar (56%) berusia 40-50 tahun lebih cepat (1976-1980) memugar rumah dan lingkungan secara swadaya daripada kelompok keluarga berusia kurang dari 40 tahun maupun kelompok keluarga berusia lebih dari 50 tahun. Kelompok pemugar rumah dan lingkungan berpendidikan tinggi (lebih dari 8 tahun) sebesar 75 persen memugar rumah lebih cepat (1976-1980) daripada kelompok keluarga berpendidikan sedang (6-9 tahun), maupun kelompok kepala keluarga berpendidikan rendah (kurang dari 6 tahun) menugar dengan lambat (1986-1990). Kelompok penugar rumah dan lingkungan secara swadaya dengan pemilikan lahan luas (lebih dari 1 hektar) sejumlah 62 persen memugar lebih cepat (1976-1980) daripada kelompok pemugar rumah dengan pemilikan lahan sedang (05-1 hektar), maupun kelompok pemugar rumah dan lingkungan dengan pemilikan lahan sempit (kurang dari 0,5 hektar). Kelompok pemugar rumah dan lingkungan secara swadaya aktif (lebih dari 4 kali per tahun) mengikuti pertemuan dalan lembaga pemugaran rumah dan lingkungan secara swadaya sosial sebesar 48 persen. lebih cepat (1976-1980) memugar rumah daripada kelompok penugar lainnya, yakni kepala keluarga dengan keaktifan sedang (2-4 kali kali per tahun) dan kepala keluarga kurang aktif mendatangi pertemuan (kurang dari 2 kali per tahun). Kelompok pemugar rumah dan lingkungan yang rumahnya berjarak dekat (0,25 kilometer) dari sumberdaya bahan bangunan lokal berupa pasir dan batu sebesar 62. persen nemugar rumah dan lingkungan lebih cepat (1976-1980) daripada lainnya yakni berjarak sedang (0,25-0,50 kilometer) dari sumberdaya bahan banghunan lokal, dan berjarak jauh dari sumberdaya bahan bangunan lokal (lebih dari 0,50 kilometer). Pemugaran rumah dan lingkungan secara swadaya meningkatkan kualitas rumah dan lingkungan pada tingkat rendah (skor kurang dari 30) dan sedang (skor 30-60). Namun demikian peningkatan kualitas rumah dan lingkungan sesudah penugaran tidak berkorelasi dengan kecepatan pemugaran rumah dan lingkungan karena peningkatan kualitas rumah dan lingkungan pada tingkat sedang (skor 30-60) mengelompok di kecepatan pemugaran baik kecepatan tinggi (1976-1980) sebesar 76 persen, sedang (1981-1985) sebesar 74 persen dan lambat (1986-1990) sebesar 65 persen.

-

Kata Kunci : Pemugaran rumah,Swadaya Sosial,Boyolali,Jawa Tengah,Kecamatan Sambi

  1. S1-1991-2888-Sahid_Harijadi-abstract.PDF  
  2. S1-1991-2888-Sahid_Harijadi-bibliography_(1).PDF  
  3. S1-1991-2888-Sahid_Harijadi-tableofcontent.PDF  
  4. S1-1991-2888-Sahid_Harijadi-title.PDF