Pengembangan perekonomian perdesaan melalui aktivitas industri kerajinan bambu di desa Sumberagung kecamatan Moyudan kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta
Sulistiyah, Prof. Dr. A.J. Suhardjo, M.A.; Drs. M. Baiquni, M.A.
1999 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHIndustri kecil dan kerajinan sebagai aktivitas ekonomi perdesaan yang memberdayakan sumberdaya lokal, memberikan peluang kerja yang potensial dan juga sumber pendapatan masyarakat, banyak diakui sebagai subsektor penyelamat kondisi krisis ekonomi. Di antaranya industri kerajinan bambu berorientasi pasar ekspor di Desa Sumberagung, patut dipacu perkembangannya berdasar kebutuhan akan sesuatu yang tepat yang saat ini belum ada. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji karakteristik industri kerajinan bambu yang menyangkut tentang apa dan bagaimana potensi, kendala serta prospek dan langkah program yang bagaimana yang perlu diterapkan dalam mengembangkan ekonomi perdesaan ini lebih lanjut. Penelitian ini menggunakan data primer dengan metode wawancara mendalam. Analisa yang digunakan untuk mengetahui karakteristik industri kerajinan bambu adalah analisa kualitatif dan dari hasil analisis tersebut dibuat matrik perencanaan dalam kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dalam analisis SWOT. Analisis SWOT memberikan suatu "pandangan kasar" tentang strategi yang diperlukan untuk mencapai tujuan tertentu. Dimensi kekuatan dan kelemahan merupakan faktor intern sedangkan dimensi peluang dan ancaman merupakan faktor dari luar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pengusaha memperoleh bahan baku dengan cara membeli dari luar kecamatan. Berdasar modal operasional pengusaha dan asal modal, pengusaha induk mempunyai modal perpekerja lebih tinggi daripada pengusaha tradisional. Sebagian besar pengusaha masih memproduksi hasil kerajinan seperti dahulu berupa besek, kipas dan tumbu, sedangkan sebagian lagi memperoleh desain pesanan konsumen dan pembaharuan dari instansi. Pengusaha induk mempunyai jangkauan pemasaran di luar DIY dan berorientasi ekspor, sedangkan pengusaha tradisional masih memenuhi kebutuhan propinsi DIY dan daerah di sekitarnya.. Sistem pemasaraan yang dilakukan pengusaha sebagian besar menggunakan jasa perantara. Sistem hubungan subkontrak yang terjalin di satu sisi memberikan banyak manfaat dan di sisi lain menimbulkan ketergantungan pada subkontraktor. Berbagai macam isu baik isu ketergantungan antara subkontraktor-prinsipal, isu lingkungan berkait suplai bahan baku industri, isu ketimpangan gender yang sangat berkait dengan tingkat upah dan jam kerja yang tinggi, isu pemerataan berupa "ekploitasi tenaga kerja" banyak terungkap dalam pola hubungan subkontrak. Pada tahap selanjutnya dikemukakan berbagai gagasan mengenai program aksi berupa inventarisasi potensi bambu, pembinaan ketrampilan, desain, pemasaran yang dirangkum dalam rekomendasi pengembangan ekonomi perdesaan melalui aktivitas industri kerajinan bambu.
-
Kata Kunci : Perekonomian,Perdesaan,Industri,Kerajinan,Moyudan,Sleman,DIY