Laporkan Masalah

Pengaruh Pemberian Pakan Fermentasi Dan Non Fermentasi Terhadap Pertumbuhan Bobot Badan Dan Performans Ternak Babi Landrace

GEDE BRAHMANTARA YOGI SUWENDRA, Ir. Dimas Hand Vidya Paradhipta, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPP.

2025 | Skripsi | ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN

Biaya pakan merupakan tantangan utama bagi para peternak babi (70?ri total biaya produksi) serta ketergantungan pada bahan pakan impor (jagung, bungkil kedelai) menyebabkan harga pakan volatil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan fermentasi terhadap kinerja pertumbuhan meliputi Feed Intake, pertambahan bobot badan, dan Feed Conversion Ratio (FCR) pada babi landrace fase grower. Penelitian ini menggunakan 10 ekor babi dengan rerata umur 2,5 bulan yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu ransum basal yang tidak difermentasi sebagai kontrol (CON) dan ransum basal yang difermentasi (FER) dengan bobot rerata untuk perlakuan CON dan FER yaitu 38,6 kg dan 38,2 kg. Pakan basal yang diberikan memiliki kandungan protein kasar 16,6%, serat kasar 18%. Fermentasi pakan basal dilakukan selama 3 hari dengan tambahan inokulum komersil (Effective microorganism 4, Indonesia) sebanyak 0,1%. Penentuan kebutuhan pakan harian babi fase grower sebanyak 4?ri bobot badan. Pemberian pakan dilakukan sebanyak 2 kali sehari. Fase adaptasi pakan dilakukan selama 2 minggu dan fase pengamatan dilakukan selama 4 minggu. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan FER tidak berbeda secara signifikan pada pengamatan Feed Intake, pertambahan bobot, dan FCR dari minggu ke-1 hingga minggu ke-4 dibandingkan dengan perlakuan CON. Penelitian ini memberikan kesimpulan bahwa penggunaan pakan fermentasi tidak berpengaruh terhadap kinerja pertumbuhan babi landrace fase grower.

Feed costs represent the main challenge for pig farmers (accounting for 70% of total production costs), and the dependence on imported feed ingredients (corn, soybean meal) causes feed prices to be volatile. This study aimed to evaluate the effect of fermented feed administration on the growth performance of landrace pigs during the grower phase, with a specific focus on feed intake, body weight gain, and feed conversion ratio (FCR). The experiment involved ten pigs, aged approximately 2,5 months, divided into two groups: a control group (CON) that received a non-fermented basal diet, and a treatment group (FER) that received a fermented basal diet. The initial average body weights were 38,6 kg for the CON group and 38,2 kg for the FER group. The basal feed contained 16,6% crude protein and 18% crude fiber. Fermentation of the basal diet was conducted for three days using 0,1% commercial inoculum (Effective Microorganism 4, Indonesia). Feed was provided at 4% of body weight per day, divided into two feedings. A two-week adaptation period preceded a four-week observation period. The results showed no significant differences (p > 0,05) in feed intake, body weight gain, or FCR between the FER and CON groups throughout the 4-week observation period. In conclusion, the use of fermented feed did not significantly influence the growth performance of landrace pigs during the grower phase.

Kata Kunci : Pakan Fermentasi,Performa Babi Landrace,Pertumbuhan Bobot Badan,EM4,Efisiensi Pakan

  1. S1-2025-462704-abstract.pdf  
  2. S1-2025-462704-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-462704-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-462704-title.pdf