Peran Pengalaman Magang dan Efikasi Diri terhadap Kesiapan Kerja pada Peserta Magang Kampus Merdeka (MSIB)
Sisilia Damayanti, Dr. Sumaryono, M.Si., Psikolog
2025 | Skripsi | PSIKOLOGI
Kesiapan kerja menjadi salah satu isu penting bagi mahasiswa yang akan memasuki dunia kerja, terlebih di tengah dinamika pasar tenaga kerja yang kompetitif. Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi hadir untuk menjembatani kesenjangan antara dunia akademik dan dunia kerja melalui pengalaman praktis. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran pengalaman magang dan efikasi diri terhadap kesiapan kerja mahasiswa peserta program MSIB, mengisi celah penelitian sebelumnya yang cenderung lebih menekankan pada aspek keterampilan teknis maupun konteks non-MSIB. Tiga skala digunakan dalam pengumpulan data, yaitu Work Experience Questionnaire (WEQ), General Self-Efficacy Scale (GSES), dan Skala Kesiapan Kerja. Analisis data dilakukan dengan regresi linear berganda, melibatkan 134 mahasiswa yang telah menyelesaikan minimal satu periode program MSIB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman magang dan efikasi diri menyumbang sebesar 32,7% terhadap peningkatan kesiapan kerja. Temuan ini menegaskan bahwa kesiapan kerja mahasiswa tidak hanya dipengaruhi oleh pengalaman praktis, tetapi juga oleh faktor psikologis internal. Dengan demikian, magang sebagai experiential learning menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmunya sekaligus merefleksikan efikasi diri yang terbentuk melalui mastery experience. Umpan balik konstruktif dalam proses tersebut turut memperkaya pengalaman belajar dan memperkuat keyakinan diri mahasiswa dalam menghadapi tuntutan dunia kerja. Oleh karena itu, penyelenggara program magang, baik dalam program kampus maupun perusahaan, perlu mengintegrasikan pengalaman praktis yang bermakna dengan dukungan pengembangan aspek psikologis untuk menghasilkan lulusan yang lebih siap kerja.
Work readiness has become a critical issue for students entering the workforce, particularly in the dynamics of a highly competitive labor market. The Certified Internship and Independent Study Program (MSIB), initiated by the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology, was designed to bridge the gap between academia and the workplace through practical experiences. This study aims to examine the role of internship experience and self-efficacy in enhancing the work readiness of MSIB participants, addressing research gaps that have previously focused more on technical skills or non-MSIB contexts. Three instruments were used to collect data: the Work Experience Questionnaire (WEQ), the General Self-Efficacy Scale (GSES), and the Work Readiness Scale. Data were analyzed using multiple linear regression with a sample of 134 students who had completed at least one MSIB period. The findings show that internship experience and self-efficacy contributed 32,7% to work readiness. These results emphasize that work readiness is influenced not only by practical experiences but also by internal psychological factors. Thus, internships as experiential learning provide opportunities for students to apply their knowledge while reflecting on their self-efficacy formed through mastery experience. Constructive feedback throughout the process further enriches the learning experience and strengthens students’ confidence in meeting the demands of the professional world. Therefore, internship program providers, both in universities and companies, need to integrate meaningful practical experiences with psychological support to produce graduates with stronger work readiness.
Kata Kunci : Efikasi Diri, Pengalaman Magang, Kesiapan Kerja, MSIB, Kampus Merdeka