Laporkan Masalah

Evaluasi ketersediaan airtanah dan penggunaannya di kawasan Beting Gisik antara sungai Serang dan sungai Progo kabupaten Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta

Wahyudi Ardhyanto, Drs. Soenarso Simoen; Drs. M. Pramono Hadi, M.Sc.

2001 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Beting gisik antara Sungai Serang dan Sungai Progo yang luasnya sekitar 20,73 km² merupakan kawasan yang mulai dikembangkan untuk berbagai aktivitas. Pemenuhan kebutuhan air yang digunakan penduduk hanya mengandalkan airtanah, padahal ketersediaan airtanahnya hanya tergantung dari air hujan dan akuifernya rawan terhadap intrusi air laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem akuifer beting gisik sehingga dapat diketahui sumber masukan airtanah, kualitas airtanah, ketersediaan airtanah, dan penggunaan airtanahnya. Metode yang digunakan adalah mengetahui aliran airtanah, pengujian sifat fisik dan kandungan kimia airtanah, perhitungan ketersediaan airtanah atau cadangan aman yang didasarkan atas konsep statis dengan memperhatikan hasil jenis dan perubahan tinggi muka airtanah pada musim kemarau dan musim hujan dan perhitungan penggunaan airtanah yang meliputi penggunaan untuk domestik dan tanaman di kawasan beting gisik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber airtanah berasal dari hujan yang terjadi di kawasan tersebut yaitu sebesar 15.691.902 m³/tahun dan tidak ada yang berasal dari akuifer sebelah utaranya, sehingga kawasan beting gisik merupakan akuifer lokal. Hal ini diketahui dari pola aliran airtanahnya yang berpola radial keluar meninggalkan daerah penelitian yang dapat dibuktikan dari hasil pengukuran debit pada sungai di sebelah utara daerah penelitian, yaitu terdapat perbedaan debit di Sungai Peni yang akan masuk daerah penelitian dan yang akan keluar meninggalkan daerah penelitian sebesar 0,013 m³/dt. Hasil analisis kualitas airtanah secara umum menunjukkan bahwa airtanah di kawasan ini dapat digunakan untuk keperluan sehari-hari. Ketersediaan airtanah yang dapat digunakan tanpa mengakibatkan intrusi air laut sebesar 5.981.367 m³/tahun. Penggunaan airtanah di kawasan ini sebesar 1.020.688,6 m³/tahun. Evaluasi ketersediaan airtanah dan penggunaannya menunjukkan bahwa kebutuhan airtanah di kawasan beting gisik antara Sungai Serang dan Sungai Progo untuk saat ini masih dapat tercukupi dari ketersediaan airtanahnya, karena kepadatan penduduk di kawasan ini belum terlalu padat dan aktivitas yang terjadi di kawasan ini belum begitu berkembang.

-

Kata Kunci : Ketersediaan airtanah,Beting Gisik,Kulonprogo,DIY

  1. S1-2001-105798-Wahyudi_Ardhyanto-abstract.PDF  
  2. S1-2001-105798-Wahyudi_Ardhyanto-bibliography.PDF  
  3. S1-2001-105798-Wahyudi_Ardhyanto-tableofcontent.PDF  
  4. S1-2001-105798-Wahyudi_Ardhyanto-title.PDF