Laporkan Masalah

Kajian karakteristik muatan suspensi pada Danau Doline di kecamatan Ponjong kabupaten Gunungkidul

Yumi Lestari, Drs. Darmakusuma Darmanto, Dip.H., M.S.; Drs. Eko Haryono, M.Si.

2001 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Karst Gunung Kidul merupakan bentuklahan asal proses solusional yang terjadi pada batugamping. Intensitas proses solusional dipengaruhi oleh faktor kemurnian batugamping (lithologi), curah hujan, temperatur, dan aktivitas organisme. Perbedaan faktor tersebut akan menyebabkan terjadinya perbedaan intensitas solusional, yang pada akhirnya akan menghasilkan kenampakan dipermukaan yang berbeda pula. Bentukan hasil dan sisa proses solusional adalah doline dan kerucut karst. Doline yang tidak berkembang akan membentuk danau doline apabila dasarnya tertutup oleh lapisan tanah yang telah jenuh air. Tanah berasal dari lereng bukit yang terangkut oleh overlan flow setelah hujan lebat. Penelitian ini tentang "Kajian Karakteristik Muatan Suspensi pada Danau Doline di Kecamatan Ponjong Kab. Gunung Kidul" yang bertujuan untuk menghitung besarnya hasil suspensi, mengkaji hubungan antara tebal hujan dan konsentrasi suspensi, dan menganalisis laju sedimentasi pada danan doline (telaga). Penelitian ini dilaksanakan selama enam bulan dengan pengukuran satu kali dalam sebulan. Variabel utama yang diukur dalam penelitian ini adalah pengukuran suspensi dan total padatan terlarut dengan cara pengambilan sampel air telaga, pengukuran tinggi muka air dan morfometri telaga untuk menghitung volume telaga, dan pengukuran tebal hujan harian dengan penakar hujan manual. Perhitungan suspensi dan total padatan terlarut dilakukan dengan metode gravimetri yang dinyatakan dalam mg/l dan digunakan untuk menghitung hasil suspensi, mengkaji hubungan konsentrasi suspensi dan tebal hujan, serta menganalisis laju sedimentasi telaga. Perhitungan tebal hujan kawasan menggunakan Metode Poligon Thiessen. Analisis yang digunakan adalah dengan megkaitkan hasil penelitian dengan tingkat solusional batugamping Hasil suspensi yang terkumpul pada telaga tidak dipengaruhi oleh tingkat solusional. Meskipun demikian hasil suspensi yang terbesar terjadi pada tingkat solusional tinggi sebesar 9,4 ton/ha pada Telaga Sunut dan 0,8 ton/ha pada Telaga Gandok. Pada tingkat solusional sedang sebesar 2,6 ton/ha pada Telaga Ngrejek dan 0,1 ton/ha pada Telaga Tlempek, sedangkan pada tingkat solusional rendah hasil suspensi sebesar 0,1 ton/ha pada Telaga Klumpit, 0,02 ton/ha pada Telaga Ngampelombo, dan 2,2 ton/ha pada Telaga Lawa. Hubungan antara tebal hujan dan konsentrasi suspensi yang terkumpul pada telaga pada derajat signifikansi 95% kurang nyata tetapi arah hubungannya positif dengan koefisien korelasi antara 0,372 hingga 0,665. Laju sedimentasi telaga untuk semua tingkat solusional menghasilkan tingkatan sangat ringan karena nilainya kurang dari 14,6 ton/ha/th. Dari seluruh telaga yang digunakan laju sedimentasi yang terbesar 3,16 ton/ha/th terjadi pada Telaga Lawa dan yang terkecil terjadi pada Telaga Tlempek.

-

Kata Kunci : Muatan Suspensi,Ponjong,Gunungkidul,DIY

  1. S1-2001-105769-Yumi_Lestari-abstract.PDF  
  2. S1-2001-105769-Yumi_Lestari-bibliography.PDF  
  3. S1-2001-105769-Yumi_Lestari-tableofcontent.PDF  
  4. S1-2001-105769-Yumi_Lestari-title.PDF