Strategi Penangkapan dan Pola Perdagangan Ikan Hias Laut di Kabupaten Biak Numfor Provinsi Papua
Woro Sumbodo Mulyadi, Prof. Dr. Ir. Djumanto, M.Sc.; Dr. Ir. Eko Setyobudi, S.Pi., M.Si.
2025 | Tesis | S2 ILMU PERIKANAN
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
strategi penangkapan dan pola perdagangan ikan hias laut di Kabupaten Biak
Numfor, Provinsi Papua. Fokus penelitian mencakup identifikasi jenis ikan hias
yang ditangkap dan diperdagangkan, daerah penangkapan, serta pengetahuan dan
sikap nelayan terhadap konservasi. Penelitian
dilakukan pada bulan Juni – Juli 2025 dengan responden berjumlah 19 orang yang
mencakup nelayan skala kecil dan pengepul. Desain penelitian adalah deskriptif
dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner
terbuka, observasi lapangan, dan wawancara semi-terstruktur, kemudian
dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat lima jenis
ikan hias laut utama yang ditangkap dan diperdagangkan, yaitu Letter Six,
Clown Fish, Betok Ambon, Giro Pasir, dan Piama, dengan dominasi Letter
Six (75% total perdagangan) dan Clown Fish (22%). Strategi
penangkapan masih bersifat tradisional menggunakan kacamata selam, seser, serta
rumpon sebagai habitat buatan, dengan kapasitas tangkapan 30–1000 ekor per
operasi. Pola perdagangan didominasi oleh pengiriman ke Bali dan Jakarta,
sementara Surabaya dan Ambon berperan sebagai tujuan sekunder. Seluruh
responden mengetahui adanya kawasan konservasi Padaido, tetapi tidak memahami
pembagian zonasi di dalamnya.
This research aims to analyse the fishing
strategies and trade patterns of marine ornamental fish in Biak Numfor Regency,
Papua Province. The research focus includes identifying the types of ornamental
fish caught and traded, fishing areas, and fishermen's knowledge and attitudes
towards conservation. The research was conducted in June – July 2025 with 19
respondents, including small-scale fishermen and collectors. The research
design is descriptive with a quantitative and qualitative approach. Data were
collected through open-ended questionnaires, field observations, and
semi-structured interviews, and then analysed descriptively. The research
results show that there are five main types of marine ornamental fish caught
and traded, namely Letter Six, Clown Fish, Ambon Grouper, Sand Giro, and Piama,
with Letter Six (75% of total trade) and Clown Fish (22%) being dominant.
Fishing strategies are still traditional, using diving goggles, nets, and
artificial reefs as habitats, with a catch capacity of 30–1000 fish per
operation. Trading patterns are dominated by shipments to Bali and Jakarta,
while Surabaya and Ambon serve as secondary destinations. All respondents were
aware of the Padaido Conservation Area, but did not understand the zoning
divisions within it.
Kata Kunci : ikan hias laut, jalur distribusi perdagangan, kabupaten Biak Numfor, kawasan konservasi Padaido, teknik penangkapan ikan