Pemanfaatan Foto Udara dan Sistem Informasi Geografis untuk penentuan daerah prioritas rehabilitasi hutan dan lahan di DAS Ngrancah kabuapten Kulonprogo
Esti Rahayu Cahyaningrum, Prof. Dr. Totok Gunawan, M.S., Sigit Heru Murti B.S., S.Si., M.Si.
2005 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHUpaya Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) sangat penting untuk memulihkan kembali fungsi lahan yang kritis. Penelitian untuk penentuan daerah prioritas RHL ini dilakukan di DAS Ngrancah, Kabupaten Kulonprogo. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan foto udara sebagai sumber data dalam menyadap parameter lahan dan menentukan daerah prioritas RHL dengan memanfaatkan sistem informasi geografi. Metode yang diterapkan adalah metode survei dengan memanfaatkan interpretasi foto udara terhadap parameter lahan serta Sistem Informasi Geografis untuk membantu analisa penentuan daerah prioritas RHL dengan memanfaatkan fasilitas overlay. Parameter lahan yang digunakan untuk penentuan daerah prioritas RHL meliputi kerapatan vegetasi, kemiringan lereng, erosi, manajemen lahan, singkapan batuan dan produktivitas lahan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa foto udara pankromatik hitam putih skala 1: 20.000 pemotretan tahun 2001 dapat digunakan sebagai sumber data dengan ketepatan interpretasi satuan bentuklahan mencapai 92,59%, penggunaan lahan mencapai 88,89%, kerapatan vegetasi mencapai 85,19%, manajemen lahan mencapai 88,89% dan singkapan batuan mencapai 81,48%. Dari hasil penentuan daerah prioritas RHL diperoleh daerah prioritas I seluas 329.518 ha, prioritas II seluas 1368,003 ha, prioritas III seluas 1475,66 ha, prioritas IV seluas 266,095 ha dan prioritas V seluas 231,746 ha.
Upaya Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) sangat penting untuk memulihkan kembali fungsi lahan yang kritis. Penelitian untuk penentuan daerah prioritas RHL ini dilakukan di DAS Ngrancah, Kabupaten Kulonprogo. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan foto udara sebagai sumber data dalam menyadap parameter lahan dan menentukan daerah prioritas RHL dengan memanfaatkan sistem informasi geografi. Metode yang diterapkan adalah metode survei dengan memanfaatkan interpretasi foto udara terhadap parameter lahan serta Sistem Informasi Geografis untuk membantu analisa penentuan daerah prioritas RHL dengan memanfaatkan fasilitas overlay. Parameter lahan yang digunakan untuk penentuan daerah prioritas RHL meliputi kerapatan vegetasi, kemiringan lereng, erosi, manajemen lahan, singkapan batuan dan produktivitas lahan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa foto udara pankromatik hitam putih skala 1: 20.000 pemotretan tahun 2001 dapat digunakan sebagai sumber data dengan ketepatan interpretasi satuan bentuklahan mencapai 92,59%, penggunaan lahan mencapai 88,89%, kerapatan vegetasi mencapai 85,19%, manajemen lahan mencapai 88,89% dan singkapan batuan mencapai 81,48%. Dari hasil penentuan daerah prioritas RHL diperoleh daerah prioritas I seluas 329.518 ha, prioritas II seluas 1368,003 ha, prioritas III seluas 1475,66 ha, prioritas IV seluas 266,095 ha dan prioritas V seluas 231,746 ha.
Kata Kunci : Rehabilitasi hutan,Foto udara,sistem informasi geografis, Kulonprogo,DIY