--- 45 jam/minggu) seiring dengan peningkatan pekerja setengah pengangguran (< 35 jam/minggu) dan pekerja dimanfaatkan penuh (35-44 ja-m/minggu). Jika dilihat dari tingkat upah, ternyata upah pekerja perempuan masih lebih rendah daripada laki-laki. Pekerja yang terlibat dalam kesempatan kerja tahun 1998 dan aktif mencari pekerjaan dominan menginginkan pekerjaan purna waktu. Pekerja yang pindah pekerjaan setahun lalu sebagian besar berpindah ke sektor jasa dan relatif banyak pula pekerja yang berpindah ke status pekerjaan informal. -"> --- 45 jam/minggu) seiring dengan peningkatan pekerja setengah pengangguran (< 35 jam/minggu) dan pekerja dimanfaatkan penuh (35-44 ja-m/minggu). Jika dilihat dari tingkat upah, ternyata upah pekerja perempuan masih lebih rendah daripada laki-laki. Pekerja yang terlibat dalam kesempatan kerja tahun 1998 dan aktif mencari pekerjaan dominan menginginkan pekerjaan purna waktu. Pekerja yang pindah pekerjaan setahun lalu sebagian besar berpindah ke sektor jasa dan relatif banyak pula pekerja yang berpindah ke status pekerjaan informal. -">
Perubahan struktur kesempatan kerja dipropinsi DKI Jakarta : Analsisi data sakernas tahun 1996 dan 1998
Tri Oktarina, Drs. Sukamdi, M.Sc
2000 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANPropinsi DKI Jakarta memilild karakteristik khusus, yakni sebagai ibukota negara dan pusat kegiatan ekonomi, sosial, politik serta berbagai bidang lainnya. Kondisi tersebut menyebabkan perputaran uang Iebih dari 50 persen terpusat di kota metropolitan ini. Jelaslah krisis ekonomi yang menimpa bangsa Indonesia akan Iebih tampak imbasnya di daerah kota besar seperti Jakarta. Keadaan krisis akan berdampak pula pada semakin sempitnya kesempatan kerja, akibatnya jumlah pekerja semakin sedikit sedangkan jumlah angktan kerja terus meningkat. Keadaan ini menjadi pertimbangan penulis untuk mengetahui karakteristik pekerja yang terpilih masuk dalam kesempatan kerja dimasa krisis ekonomi dan perubahannya dibandingkan sebelum terjadi krisis. Adapun judul penelitian ini adalah "Perubahan Struktur Kesempatan Kerja di DKI Jakarta (Analisis Data Sakernas 1996 dan 1998)". Tujuan penelitian adalah pertama, untuk mengetahui perubahan struktur kesempatan kerja pada saat sebelum krisis dan saat krisis ekonomi. Struktur kesempatan kerja yang dianalisis mengenai lapangan pekerjaan, status dan jenis pekerjaan serta keadaan pemanfaatan pekerja. Kedua, untuk mengetahui pula aktivitas pekerja yang terlibat dalam kesempatan kerja khususnya di tahun 1998 masa krisis ekonomi, mencakup kegiatan pekerja yang mencari pekeijaan dan pindah pekeijaan. Pekerja dalam kesempatan kerja yang diteliti berkaitan dengan karakteristik umur, jenis kelamin dan tingkat pendidikan. Selain itu diteliti pula mengenai keadaan upah pekeija dan kemungkinan perubahannya sebelum dan saat krisis ekonomi. Penelitian dilakukan dengan analisa data sekunder, menggunakan data utama Sakernas Propinsi DKI Jakarta tahun 1996 dan tahun 1998 didalamnya memuat informasi ketenagakerjaan yang relevan dengan tujuan penelitian. Data ditampilkan dalam bentuk tabel silang untuk memudahkan analisis. Hasil penelitian mengenai struktur kesempatan kerja di DKI Jakarta, tidak l menunjukkan adanya pergeseran sektor. Perubahan yang ada pada masa krisis ialah terjadinya peningkatan pesat kesempatan kerja di sektor jasa, dan kesempatan kerja manufaktur merupakan sektor yang paling terpuruk dengan proporsi yang menurun drastis. Ternyata keadaan perekonomian yang tidak menentu akibat krisis ekonomi semakin mempengaruhi tingginya kesempatan kerja dalam sektor jasa dibandingkan sektor pertanian dan manufaktur. Kesempatan kerja pada jenis pekerjaan jenis pekerjaan menunjuldcan ada peningkatan kesempatan kerja terampil dan penurunan tidak terampil. Kesempatan keija berdasarkan status pekeijaan, tampak ada kecenderungan meningkatnya kesempatan kerja berstatus informal seiring dengan penurunan formal. Mengenai pemanfaatan pekerja telah terjadi perubahan dimasa krisis, ialah penurunan penggunaan pekerja dalam kesempatan kerja yang memiliki jam kerja penuh berlebih (>--- 45 jam/minggu) seiring dengan peningkatan pekerja setengah pengangguran (< 35 jam/minggu) dan pekerja dimanfaatkan penuh (35-44 ja-m/minggu). Jika dilihat dari tingkat upah, ternyata upah pekerja perempuan masih lebih rendah daripada laki-laki. Pekerja yang terlibat dalam kesempatan kerja tahun 1998 dan aktif mencari pekerjaan dominan menginginkan pekerjaan purna waktu. Pekerja yang pindah pekerjaan setahun lalu sebagian besar berpindah ke sektor jasa dan relatif banyak pula pekerja yang berpindah ke status pekerjaan informal.
-
Kata Kunci : Kesempatan kerja,analsis data,DKI Jakarta