Laporkan Masalah

Penyesuaian diri pasangan beda agama :: Studi kasus pada Pasangan Islam-Non Islam

HARAHAP, Farida, Prof.Dr. Sri Mulyani Martaniah, MA

2005 | Tesis | S2 Psikologi

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap penyesuaian diri pasangan beda agama dan perannya sebagai orangtua beda agama dalam sosialisasi keberagamaan anak. Penelitian difokuskan pada : (1) Model penyesuaian diri, (2) Masalah-masalah dan cara mengatasinya, (3) Faktor-faktor pendukung dan penghambat penyesuaian diri pada pasangan beda agama. Bentuk Penelitian kualitatif yang dipilih adalah studi kasus. Informan dan latar penulisan dipilih dengan teknik snowball melalui teman sejawat dan kenalan sehingga didapatkan tiga keluarga pasangan beda agama dengan 4 informan primer dengan ciri-ciri tertentu, yaitu : suami atau istri yang pasangannya berbeda agama, salah satu pihak beragama Islam, terikat perkawinan secara sah, mempunyai anak, adanya variasi usia pernikahan dan berdomisili di Yogyakarta. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap riwayat hidup keluarga dan pengamatan non partisipan. Instrumen penelitian adalah penulis sendiri dengan dipandu pedoman wawancara dan pedoman pengamatan. Derajat kepercayaan diperoleh dengan kontrol dan triangulasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan model analisis dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian: Ditemukan 3 model berbeda dalam penyesuaian diri pasangan beda agama dan peran sosialisasi keberagamaan pada anak. Pasangan I dengan model interventif yaitu ada campur tangan terhadap keberagamaan pasangannya, belum menyepakati apakah keluarga akan seiman atau terus beda agama, dominansi istri, suami mengalah, anak harus seiman dengan ibu, komunikasi terbuka, tidak mandiri emosi dan ekonomi, dan keluarga besar suami ikut campur. Pasangan II dengan model dialogis, yaitu agama menjadi tanggung jawab bersama, menerima perbedaan agama dalam suasana keterbukaan, transparansi dan apa adanya, peran istri dan suami seimbang, mandiri emosi dan ekonomi, anak ikut agama ibu, serta keluarga besar mendukung. Pasangan III dengan model privatisasi, agama menjadi tanggung jawab individual, menerima perbedaan agama dengan suasana komunikasi semi tertutup, tahu sama tahu dan saling menjaga perasaan, peran suami istri seimbang, mandiri emosi dan ekonomi, tumbuh kembang keberagamaan anak diserahkan pada keyakinan anak sendiri dan tidak ada campur tangan keluarga besar.

This research aim to reveal the adjustment of religious heterogamy couple and their roles as religious transmission of their’s children. The research is focused to (1) Models of adjustment, (2) The problems and ways to overcome, (3) Supporting and obstacle factors to the adjustment of religious heterogamy couples. The form of this qualitative research is case study. Informants and research background are chosen through snowball technique by network selection through colleagues and acquaintances of researcher and finally there are three religious heterogamy couples with 4 primary informants. Their’s characteristics are: spouses who profess different religion, each of them profess Islam, have commitment to marriage, having children, length of marriage and living in Yogyakarta. Data is collected through deep interview towards family life histories and non participant observations. Instrument of this research is researcher with interview and observation guide. Degree of the truth is gotten by control and triangulation. Collected data is analyzed by Miles and Huberman models. The results were finding three different model of the adjustment of religious heterogamy couples and their roles as religious transmission of their’s children. Couple I with intervention model, there is intervention to the couple’s religion, haven’t agreement that the family would be in one religion or would profess different religion, wife domination, husband gives in to wife, children must have the same religion with mother, open communication, don’t have autonomy in emotion and economic, and intervention of husband’s family. Couple II with dialogue model, religion is being together responsibility, accepted different religion in the openness atmosphere, transparent, and there is no pretense, the role of wife and husband is balance, autonomous in emotion and economic, children follow mother’s religion, and supported by big family. Couple III with private model, religion is to be individual relationship, accepted religion distinction with semi close communication atmosphere, care of others feeling, the role of wife and husband is balance, autonomous in emotion and economic, the development of children’s religiousity is given to themselves and there is no intervention by the big family.

Kata Kunci : Psikologi Klinis,Penyesuaian Diri,Perkawinan Beda Agama

  1. S2-PAS-2004-FaridaHarahap,S_Psi-abstract.pdf  
  2. S2-PAS-2004-FaridaHarahap,S_Psi-bibliography.pdf  
  3. S2-PAS-2004-FaridaHarahap,S_Psi-tableofcontent.pdf  
  4. S2-PAS-2004-FaridaHarahap,S_Psi-title.pdf