Evaluasi ketersediaan dan penggunaan sumberdaya air untuk air minum di kecamatan Kalibawang kabupaten Kulonprogo
Tijantusa Riandono, Drs. Soenarso Simoen
1999 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANDaerah penelitian terletak pada wilayah Kulon Progo bagtan utara yang memiliki bentuklahan struktural, fluvial dan denudasional. Tujuan penelitian mengetahui ketersediaan dan penggunaan sumberdaya air untuk air minum yang digunakan penduduk tiap satuan bentiddahan, kualitas air daerah penelitian kaitannya dengan litologi setempat Permasalahan yang ada yaitu perbedaan keterdapatan airtanah, fluktuasi airtanah yang tinggi, dan kekurangan air pada satuan bentuklahan tertentu bila musint kemarau Dari peta satuan bentuklahan daerah Kulon Progo bagian utara dan karakteristik potensi airtanah yang meliputi nilai pertneabilitas, kedalarnan dan mutu airtanah, serta uji lapangan dibuat peta hidromorfologi daerah penelitian. Pengukuran yang dilakukan meliputi kedalaman dan fluktuasi airtanah, debit mataair, DHL dan suhu. Untuk mengetahui penggunaan sumberdaya air dan kebutuhan air minum penduduk dengan menggunakan metode wawancara secara stratified random satnpling tiap satuan bentuklahan berdasarkan mata pencahariannya Pengambilan sampel airtanah dilakukan pada beberapa sumur gali dan mataair yang mewakili tiap satuan bentuklahan kemudian dianalisis di laboratorium Peta satuan hidromorfologi daerah penelitian menunjukkan pada satuan bentuklahan S1 mernpunyai permeabilitas rendah, muka airtanah sedang, mutu airtanalt sedang, miskin akifer. Pada satuan bentuklahan Fl mempunyai permeabilitas sedang, muka airtanah dangkal, mutu airtanah sedang, akifer mayor. Pada satuan bentuklahan F2 mempunyai permeabilitas sedang, muka airtanah dangkal, mutu airtanah sedang, akifer mayor. Pada satuan bentuklahan D1 mempunyai permeabilitas rendah, muka airtanah sedang, mutu airtanah sedang, bersifat bukan akifer. Pada satuan bentukla.han D2 mempunyai permeabilitas sangat rendah, muka airtanah dalam„ mutu airtanah sedang, bersifat bukan akifer. Pada satuan bentuklahan D3 mempunyai permeabilitas rendah, muka airtanah sedang, mutu airtanah sedang, bersifat bukan akifer. Pada satuan bentuklahan D4 mempunyai permeabilitas sedang, muka 'airtanah dangkal, mutu airtanah sedang, akifer mayor. Pada satuan hidromorfologi F1 S Ms mempunyai kondisi airtanah yang lebih baik dibanding satuan bentuldahan lainnya karena material pembentuknya berasal dari aluvial yang belum memadat. Pada satuan hidromorfologi tersebut airtanah lebih mudah didapat dan fluktuasi airtanalmyarendah (1,5 - 3 m) antara rnusim kemarau dan musim penghtijan. Terdapat 3 (tiga) mintakat ketersediaan dan penggunaan sumberdaya air di clnerah penelitian yaitu mintakat I pada satuan bentuklahan S1 dan D3 ketersediaan sumberdaya air cukup dan penggunaan sumberdaya air dari sumur pada musim hujan dan mataair/rembesan pada musim kemarau, minthkat II pada satuan bentuklahan F1, F2 dan D4 ketersediaan sumberdaya air sangat cukup dan penggunaan sumberdaya air dari surnur baik di musim hujan manpun musim kemarau 'dart mintakat III pada satuan bentddahan D1 dan D2 ketersediaan sumberdaya air kurang mencukupi dan penggunann sumberdaya air dari PAH (Penampung Air Hujan) dan mataair/rembesan baik pada musim huj'an maupun pada musim kentaram Yang paling mencukupi ketersediaan sumberdaya air terutama airtanah tmtuk air minum penduduk adalah mintakat II karena mempunyai karakteristik akifer yang paling baik. Kebutuhan air minum penduduk per orang 71,64 sehingga total di daerah penelitian sebesar 2.284.241,4 liter per hari Ketersediaan sumberdaya air airtanah di elnerah penelitian dipengaruhi kondisi topograft geologi ( litologi dan sfruktur). Kondisi litologi dan lingkungan sekitar daerah penelitian mempengaruhi kualitas stunberdaya airtanah untuk air minum.
-
Kata Kunci : Sumberdaya air,Ketersediaan Air,Kalibawang,Kulonprogo,DIY