A Representation Meaning in the Content Series 'Asal-Usul Tanah Kasultanan' on @kratonjogja: A Semiotics Analysis
Habibah Dyah Miranda, Ummul Hasanah, S.S., M.A.
2025 | Tugas Akhir | D4 BAHASA INGGRISPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna semiotika dan representasi budaya yang ada di konten series ‘Asal-Usul Tanah Kasultanan’ yang diunggah oleh akun Instagram resmi Kraton Yogyakarta, @kratonjogja. Di era sekarang di mana media sosial menjadi kebutuhan masyarakat, terutama generasi muda, media sosial menjadi platform yang efektif bagi lembaga budaya untuk melestarikan budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis semiotika dari Roland Barthes yang dikombinasikan dengan teori representasi dari Stuart Hall. Data yang dianalisis berupa tujuh unggahan Instagram yang saling berkaitan satu sama lain di mana merepresentasikan makna dari sejarah Tanah Kasultanan Yogyakarta. Analisis dilakukan terhadap elemen visual dan teks narasi untuk mengungkap makna denotatif, konotatif, dan mitos yang terkandung dalam setiap unggahan. Hasilnya menunjukkan bahwa konten Instagram Kraton Jogja dapat menampilkan representasi budaya dan sejarah Yogyakarta melalui penggunaan desain visual yang menarik dengan keterangan caption yang selaras sehingga dapat memperjelas makna yang dibentuk dan pesan budaya yang ingin disampaikan.
This study aims to analyze the semiotic meaning and cultural representation in the content of the series ‘Asal-Usul Tanah Kasultanan’ (The Origin of the Sultanate Land), uploaded by the official Instagram account of the Yogyakarta Palace, @kratonjogja. In today's era, where social media has become a necessity for society, especially among the younger generation, that has emerged as an effective platform for cultural institutions to preserve their heritage. This study uses a qualitative approach using Roland Barthes' semiotic analysis method with Stuart Hall's theory of representation. The data analyzed consists of seven interconnected Instagram posts that represent the meaning of the history of the Yogyakarta Sultanate's land. The analysis focuses on visual elements and narrative texts to uncover the denotative, connotative, and mythical meanings embedded in each post. The results indicate that the Yogyakarta Sultanate Palace can leverage Instagram as an information medium to share Yogyakarta's culture and history. The results show that the Kraton Jogja Instagram content presents the cultural and historical representation of Yogyakarta through the use of appealing visual designs accompanied by captions that are coherent with the visuals, thereby clarifying the constructed meaning and reinforcing the intended cultural messages.
Kata Kunci : Instagram, Representation, Semiotics, Sultanate Territory, Yogyakarta Palace