Kajian distribusi curah hujan di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta
Ubaedillah Sirri, Drs. Suyono, M.S.
1994 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANMengkaji distribusi curah hujan di daerah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta dapat memberikan gambaran atau informasi tentang kondisi curah hujan beberapa wilayah di daerah Jawa Tengah dan Daerah Istiitiewa Yogyakarta. Seperti kondisi curah hujan di wilayah pantai utara, di dataran tengah dan pantai selatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi curah hujan balk secara keruangan (geografis) maupun waktu (temporal), dan mempelajari faktor-faktor yang mempenga-ruhi distribusi hujan itu sendiri. Metode yang digunakan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan curah hujan yang turun di Zone selatan, Zone Tengah dan Zone utara adalah metode Analisa Variansi (ANOVA). Sedangkan untuk mengetahui arah kecenderungan kuartalan digunakan Metode rata-rata jalan (Moving Average Methode). Data yang digunakan adalah data rata-rata curah hujan kuartalan se lama 10 tahun (1979 - 1988). Hasil dari perhitungan analisa variansi menunjukkan bahwa pada kuartal I dan III didapatkan nilai Fhit sebesar 1,24 dan 0,897 yang lebih kecil dari nilai Ftabel sebesar 3,23 pada taraf signifikansi 5%, yang berarti curah hujan yang turun adalah seragam, dengan kata lain tidak terdapat perbedaan yang berarti untuk semua zone. Sedangkan pada kuartal II, IV dan tahunan didapatkan nilai Fl it sebesar 22,837, 12,008 dan 4,999 yang lebih besar earl Ftabel (3,23) berarti terdapat perbedaan yang signifikan, zone tengah selaiu mendapat curah hujan yang lebih tinggi dibanding dengan Zone selatan dan utara. Kecenderungan curah hujan kuartalan dapat diketahui bahwa pada stasiun-stasiun hujan yang mempunyai elevasi tinggi dari tahun ke tahun cenderung menaik, seperti stasiun Baturaden (850 m), Lebak (1015 m), Bedakah (1344 m) dan Blado. Sedangkan pada stasiun-stasiun hujan yang mempunyai ketinggian relatif rendah cenderung konstan atau tetap seperti Stasiun Bumia-yu, Borobudur dan Surakarta. Faktor elevasi ternyata berpengaruh terhadap distribusi curah hujan secara geogra-fis, secara uinum dapat dikatakan bahwa kenaikan elevasi sampai dengan sekitar 700 m diikuti oleh kenaikkan curah hujan (grafik 3.1, 3.2, 3.3, 3,4 dan 3.5). Faktor arah angin juga sangat berpengaruh. Pada saat angin tropik barat (moonson barat) mempunyai rata-rata yang tinggi yaitu 425,9616, sedangkan pada saat angin tropik timur bertium rata-rata curah hujan sebedar 141,7023. Dengan metode uji mean dapat diketahui bahwa pada saat angin tropik barat bertiup akan memberikan curah hujan yang lebih tinggi dibanding pada saat angin tropik timur berti-up (moonson timur). Faktor arah hadapan lereng terhadap arah angin juga berpengaruh terhadap curah hujan yang turun, hal ini terbukti dengan hasil perhitungan uji mean pada kuartal II dengan Thit sebesar 1,6688 dan pada kuar-tal IV dengan Thif 3,27n sedangkan nilai Ttabel adalah 1,328. Dapat dikatakan bahwa arah lereng yang menghadap barat sampai dengan selatan menerima curah hujan yang lebih tinggi dibanding dengan arah yang menghadap utara sampai dengan timur.
-
Kata Kunci : Distribusi curah hujan,Jawa Tengah,DIY