Geologi Pengembangan Wilayah Untuk Pengembangan Fasilitas Kepariwisataan Dengan Metode AHP (Analitycal Hierarchy Process) dan MAUT (Multi-Attribute Utility Theory) di Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah
Zafran Daffa Imanda, Prof. Dr. Eng. Ir. Wahyu Wilopo, S.T., M.Eng., IPM; Agus Hendratno, S.T., M.T.
2025 | Skripsi | TEKNIK GEOLOGI
Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, merupakan bagian dari Dataran Tinggi
Dieng yang memiliki potensi besar untuk pengembangan pariwisata berbasis
geologi. Keanekaragaman geologi berupa gunung api, sumber panas bumi, serta
bentang alam khas menjadikannya salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa
Tengah. Namun, kondisi tersebut juga diiringi oleh ancaman bencana geologi
seperti tanah longsor, gempa bumi, dan erupsi gunung api yang berpotensi
membahayakan masyarakat maupun wisatawan. Perlu adanya evaluasi kesesuaian
lahan agar pembangunan fasilitas kepariwisataan dapat dilakukan secara aman dan
berkelanjutan. Tujuannya untuk menentukan zonasi kesesuaian lahan dan
mengevalusi kesesuaian lokasi pembangunan fasilitas kepariwisataan yang telah
ada. Penelirian dilakukan dengan observasi lapangan untuk pengumpulan data
primer seperti kekuatan batuan, struktur, tanah longsor, jaringan jalan, dan
pemukiman. Selain itu, diperlukan juga pengambilan data sekunder berupa data
kemiringan lereng, gempa bumi, erupsi gunung api, dan jaringan sumber air. Data
primer dan sekunder tersebut lalu diolah menggunakan metode Analitycal
Hierarchy process (AHP) untuk menentukan bobot dari masing-masing kriteria kemudian
dilanjutkan menggunakan metode Multi-Attribute Utility Theory (MAUT)
untuk menghasilkan peta kesesuaian lahan pengembangan fasilitas kepariwisataan.
Hasil dari penelitian yaitu terdapat 5 zona yaitu zona sangat sesuai daerah ini
faktor yang mempengaruhi kesesuaian yaitu kemiringan lereng, tingkat kekuatan
batuan yang masuk kedalam zona kuat tinggi, dan bahaya geologi pada zona rendah,
zona sesuai di daerah ini kekuatan batuan memiliki zona kuat tinggi hingga kuat,
zona cukup sesuai faktor paling berpengaruh daerah ini yaitu kekuatan batuan
yang kuat tetapi kemiringan lereng yang bergelombang hingga curam, zona kurang
sesuai pada zona ini kemiringan lereng pada zona curam hingga sangat curam dan
kekuatan batuan pada zona lemah, dan zona kawasan lindung yang merupakan hutan
lindung, sempadan mata air, dan sempadan sungai di daerah ini juga memiliki
kemiringan lereng curam hingga sangat curam. Terdapat 10 dari 45 fasilitas
kepariwisataan berupa resor, homestay, vila, dan tempat wisata yang terketak
pada zona tidak sesuai.
Kejajar District, Wonosobo Regency, is part of the Dieng Plateau, which
holds significant potential for geology-based tourism development. Its
geological diversity, including volcanoes, geothermal resources, and unique
landscapes, makes it a leading tourist destination in Central Java. However,
this situation also poses the threat of geological disasters such as
landslides, earthquakes, and volcanic eruptions, which can potentially endanger
both the community and tourists. A land suitability evaluation is necessary to
ensure the safe and sustainable development of tourism facilities. The
objective is to determine land suitability zones and evaluate the suitability
of existing tourism facility development locations. The research was conducted
through field observations to collect primary data on rock strength,
structures, landslides, road networks, and settlements. Secondary data
collection, including slope gradients, earthquakes, volcanic eruptions, and
water source networks, is also required. The primary and secondary data were
then processed using the Analytical Hierarchy Process (AHP) method to determine
the weight of each criterion and then continued using the Multi-Attribute
Utility Theory (MAUT) method to produce a land suitability map for tourism facility
development. The results of the study are that there are 5 zones, namely the
highly suitable zone in this area where factors that influence suitability are
slope, rock strength level that falls into the high strength zone, and
geological hazards in the low zone, the suitable zone in this area where rock
strength has a high to strong strength zone, the moderately suitable zone where
the most influential factor in this area is strong rock strength but the slope
is undulating to steep, the less suitable zone in this zone where the slope is
in the steep to very steep zone and rock strength in the weak zone, and the
protected area zone which is a protected forest, spring boundaries, and river
boundaries in this area also has a steep to very steep slope gradient. There
are 10 out of 45 tourism facilities in the form of resorts, homestays, villas,
and tourist attractions located in the unsuitable zone.
Kata Kunci : Dieng, analytical hierrarchy process, multi-attribute utility theory, fasilitas kepariwisataan, zona kesesuaian lahan.