Laporkan Masalah

Model evaluasi kerentanan akifer terhadap pencemaran air tanah dangkal dengan sistem informasi geografi di basin Yogyakarta

Manahan Kristian Sihotang, Drs. Soenarso Simoen, Drs. M. Pramono Hadi, M.Sc.

1995 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat kerentanan akifer terhadap pencemaran airtanah, kondisi pencemaran airtanah aktual, khususnya oleh bahan pencemar Nitrat. Disamping itu, juga ingin diketahui faktor-faktor hidrogeologis yang paling berpengaruh pada tingkat kerentanan akifer, deskripsi agihan kerentanan akifer dan pencemaran Nitrat pada masing-masing faktor tersebut. Wilayah penelitian adalah Basin Yogyakarta di Selatan lereng Gunungapi Merapi sampai dengan wilayah pantai yang berbatasan dengan Samudera Hindia. Kondisi geografi khususnya hidrogeologi di wilayah ini dapat dikatakan bervariasi. Aliran airtanahnya secara umum ke arah selatan, membentuk satu sistem akifer yang dinamakan Sistem Akifer Merapi. Evaluasi kerentanan akifer di wilayah ini memanfaatkan pirantilunak ILWIS yang memiliki fasilitas Sistem Informasi Geografi didalamnya. Proses evaluasi diawali dari pengumpulan data primer dan sekunder, yang kemudian menjadi unsur-unsur data masukan. Analisis nitrat dilakukan di laboratorium untuk mengetahui tingkat konsentrasinya. Pemrosesan selanjutnya memanfaatkan menu-menu yang ada pada piranti sistem informasi itu, dan akhirnya menghasilkan peta-peta faktor hidrogeologi yang merupakan faktor-faktor masukan yang dipertimbangkan. Dengan formulasi tertentu faktor-faktor tersebut diproses untuk menghasilkan peta akhir yaitu peta kerentanan akifer dan pencemaran nitrat yang sekaligus menjadi hasil penelitian ini. Analisis hasil dilakukan dengan menampalkan peta (model) kerentanan akifer dengan pencemaran aktual yang diwakili oleh nitrat, kemudian kedua model yang dihasilkan tersebut dengan masing-masing faktor hidrogeologi. Hasil penelitian menunjukkan, tingkat kerentanan akifer di Basin Yogyakarta cukup tinggi. Faktor litologi dan lereng merupakan faktor utama yang paling berpengaruh terhadap kondisi ini demikian halnya dengan agihan pencemaran nitrat. Ditinjau dari kondisi pencemaran nitrat tersebut, wilayah yang terluas dengan kadar pencemaran 0 5 ppm, namun untuk wilayah-wilayah tertentu tingkat pencemaran nitrat sudah melampaui ambang batas maksimum yang diperbolehkan (> 10 ppm).

-

Kata Kunci : Pencemaran air tanah,Akuifer,Sistem informasi geografis,Bantul,Sleman,DIY

  1. S1-1995-70588-Manahan-Kristian-Sitohang-bibliography.PDF  
  2. S1-1995-70588-Manahan-Kristian-Sitohang-tableofcontent.PDF  
  3. S1-1995-70588-Manahan-Kristian-Sitohang-title.PDF