Jam kerja dan pendapatan petani pada usaha pertanian dan non pertanian di desa Srimulyo kecamatan Piyungan kabupaten Bantul
Mansyur Malangi, Drs. Alip Sontosudarmo, M.S.
1992 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1. Ciri-ciri demografi, sosial, ekonomi petani di daerah penelitian; 2. Hubungan antara ciri-ciri petani yang menyangkut umur, tingkat pendidikan, dan luas pengusahaan lahan dengan jam kerjanya; 3. Hubungan antara jam kerja, tingkat pendidikan, dan luas pengusahaan lahan oleh petani dengan pendapatannya. Untuk mencapai tujuan tersebut, dipilih dua dusun (Dusun Pandeyan dan Dusun Bintaran Kulon) di Desa Srimulyo Kecamatan Piyungan Kabupaten Bantul. Dusun Pandeyan merupakan daerah perbukitan dengan penggunaan lahan yang didominasi oleh tegal, dan Dusun Bintaran Kulon merupakan daerah dataran dengan penggunaan lahan yang didominasi oleh sawah. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan mengambil sampel responden. Responden adalah kepala keluarga petani yang mengusahakan lahan pertanian, dan diambil 60 responden untuk masing-masing dusun secara proporsional terhadap luas pengusahaan lahan. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan responden dan dibantu dengan daftar pertanyaan. Analisis data dilakukan dengan tabel frekuensi, tabulasi silang, serta uji statistik X2 dan analisis korelasi. Hasil penelitian antara lain sebagai berikut: Rerata umir kepala keluarga di Bintaran Kulon adalah 53 tahun dan di Pandeyan 57 tahun. Umur kepala keluarga berpengaruh terhadap jam kerjanya; semakin tua kepala keluarga semakin kecil proporsi jam kerjanya dari luar usaha pertanian; hubungan ini di Pandeyan lebih kuat dibanding dengan di Bintaran Kulon. Rerata tingkat pendidikan kepala keluarga di Bintaran Kulon adalah 6,23 tahun dan di Pandeyan 2,63 tahun. Tingkat pendidikan kepala keluarga berpengaruh terhadap jam kerja dan pendapatannya; semakin tinggi tingkat pendidikan kepala keluarga semakin besar proporsi jam kerja dan pendapatannya dari luar usaha pertanian; hubungan ini di Pandeyan lebih kuat dibanding dengan di Bintaran Kulon. Rerata luas pengusahaan lahan kepala keluarga di Bintaran Kulon adalah 0,33 ha dan di Pandeyan 0,43 ha. Luas pengusahaan lahan kepala keluarga berpengaruh terhadap jan kerja dan pendapatannya; semakin sempit pengusahaan lahan semakin besar proporsi jam kerja dan pendapatannya dari luar usaha pertanian; hubungan ini lebih kuat di Pandeyan dibanding dengan di Bintaran Kulon. Rerata jam kerja kepala keluarga di daerah penelitian adalah 35,23 jam per minggu. Proporsi kepala keluarga yang termasuk dalam setengah penganggur kentara mencapai 45%. Jam kerja kepala keluarga berpengaruh positif terhadap pendapatannya. Proporsi kepala keluarga di bawah garis kemiskinan di Pandeyan adalah 55% dan di Bintaran Kulon 20%, dan di Bintaran Kulon distribusi pendapatan lebih timpang dibanding dengan di Pandeyan.
-
Kata Kunci : Jam kerja,Pendapatan petani,usaha petani,Piyungan,Bantul,DIY