Mobilitas penduduk suku Minangkabau di kotamadya Yogyakarta
Marhadi, Drs. Kasto, M.A.
1991 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANPenelitian mobilitas penduduk suku Minangkabau di Kotamadia Yogyakarta untuk mengetahui proses mobilitas penduduk, bentuk mobilitas, alasan mobilitas, pendapatan, pemakaian tenaga kerja, hubungan dengan daerah asal, keinginan migran untuk menetap kembali di daerah dan asal. Daerah penelitian ditentukan secara sengaja (purposive sampling) yaitu wilayah Kotamadia Yogyakarta dengan responden semua kepala keluarga suku Minangkabau yang bertempat tinggal di Kotamadia Yogyakarta, paling baru atau minimal satu tahun, tempat lahir di wilayah Propinsi Sumatera Barat, mempunyai pekerjaan tetap. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Responden terkumpul sebanyak 166 kepala keluarga dengan lama tinggal antara 2 tahun sampai 37 tahun. Selain data primer, juga dikumpulkan data sekunder, sedangkan analisis yang digunakan analisis tabel frekuensi dan tabel silang. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa alasan untuk pindah adalah ekonomi (mencari pekerjan), diikuti dengan alasan melanjutkan pendidikan. Sedangkan sistem perpindahan mereka adalah sistem berantai (chain migration), bentuk mobilitas adalah migrasi dengan jenis migran satu tahap (one-stage migrant). Adanya perintis dalam keluarga membawa pengaruh bagi anggota keluarga lainnya untuk bermigrasi, sering didahului oleh pemuka dalam keluarga tersebut seperti: orang tua, paman, kakak, kemanakan, dan adik. Mereka yang sudah berhasil di daerah tujuan memberikan informasi tentang lowongan pekerjaan, dan sebagian besar informasi datang dari keluarga sendiri. Migran yang sudah lama tinggal di daerah tujuan mempunyai pendapatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan migran yang baru. Ada hubungan positif antara tinggal dengan pendapatan, yaitu cukup kuat (r 0,5633). Hubungan lama tinggal dengan pemakaian tenaga kerja adalah lemah (r = 0,187), sedangkan hubungan lama tinggal dengan tingginya penghasilan tenaga kerja yang dipakai oleh migran adalah cukup kuat (r = 0,3253). Hubungan dengan daerah asal yang terdiri dari: hubungan lama tinggal dengan besarnya uang yang dikirim ke daerah asal adalah lemah (r = -0,0288); hubungan lama tinggal dengan frekuensi kiriman surat ke daerah asal adalah lemah (r = -0,1760), dan hubungan lama tinggal dengan frekuensi kunjungan ke daerah asal adalah lemah (r = -0,1477). Pada umumnya migran tidak ingin menetap kembali di daerah asal yaitu sebesar 78 persen, sedangkan yang ingin menetap kembali di daerah asal sebesar 22 persen. Hal ini berarti keinginan migran untuk menetap kembali di daerah asal sangat kecil.
-
Kata Kunci : Perpindahan penduduk,Mobilitas penduduk,Kota Yogyakarta,DIY