Karakteristik sosial ekonomi pembantu rumah tnagga : Studi kasus di RK Demangan baru dan RK Trikompleks, kelurahan Caturtunggal kecamatan Depok Sleman
M.M. Yusriani Sapta Dewi, Dr. Ida Bagus Mantra
1986 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANBerbekal hanya dengan tingkat pendidikan rendah, menyebabkan beberapa penduduk pedesaan yang pindah ke kota dengan maksud mencari pekerjaan, tidak dapat diterima di sektor formal karena persaingan yang ketat. Kebanyakan dari mereka akhirnya lari ke sektor informal seperti tukang becak, pedagang kaki lima maupun pembantu rumah tangga. Peranan pembantu rumah tangga menjadi penting terutama pada masyarakat perkotaan, di mana banyak keluarga yang suami maupun istri bekerja dan sibuk di kantor. Pembantu rumah tangga tersebut dapat membantu menyelesaikan tugas kerumahtanggaan. Masalah yang timbul saat ini adalah sulitnya mencari tenaga pembantu rumah tangga, kalaupun ada pembantu rumah tangga ter- sebut sering mengajukan syarat-syarat tertentu. Apabila hak dan kebutuhan mereka tidak diperhatikan oleh majikannya, mereka pindah ke majikan lain. Dengan mengambil lokasi di Rukun Kampung Demangan Baru dan Trikompleks yang termasuk wilayah Kelurah an Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, di mana kedua lokasi tersebut merupakan pemukiman baru, penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang mendorong mereka bekerja sebagai pembantu rumah tangga, keadaan sosial ekonomi mereka, proses mereka mendapat pekerjaan sebagai pembantu, mengetahui tinggi rendahnya gaji dan perilaku mereka. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini. adalah purposive sampling untuk pemilihan daerahnya, dengan daerah sampel Rukun Kampung Demangan aru dan Rukun Kampung Trikompleks. Responden dalam penelitian ini adalah seluruh pembantu rumah tangga yang bekerja di daerah penelitian dan kepala rumah tangga tempat mereka bekerja. Rendahnya pendapatan dan kurangnya kesempatan kerja di daerah asal serta rendahnya pendidikan yang mereka miliki dan tidak adanya ketrampilan lain, menyebabkan mereka bekerja sebagai pembantu rumah tengga. Pembantu rumah tangga di lokasi penelitian, 81 % di antaranya berumur muda (15 34 tahun) dan pada umumnya berstatus belum kawin (68 %). Pendidikan me- reka yang tamat SD mencapai 39,6 % sedang yang belum pernah sekolah dan tidak tamat SD mencapai 30,8 %. Majikan lebih menyukai pembantu rumah tangga perempu- an karena mereka lebih luwes mengerjakan tugas kerumah- tanggaan. Prosentase pembantu rumah tangga perempuan mencapai 78 %. Hubungan pembantu rumah tangga dengan daerah asalnya sangat erat. Mereka akan menjadi sumber informasimtentang lowongan pekerjaan di kota dan dapat menjadi penghubung dalam mencari pekerjaan di kota bagi teman atau saudara sedaerah asal. Gaji pembantu rumah tangga dipengaruhi oleh jam kerja setiap harinya yang bergayut pada jenis pekerjaan yang mereka lakukan serta lamanya (tahun) pembantu ikut pada suatu keluarga. Selain masalah perbedaan gaji, perlakuan majikan pada pembantu rumah tangganya akan mempengaruhi sering tidaknya pembantu rumah tangga pindah dari satu majikan ke majikan lain. Pembantu rumah tangga sekarang merasa tenaganya sangat dibutuhkan sehingga mereka bersikap komersial. Mereka menginginkan kebebasan dan menuntut diperlaku kan sebagaimana seorang pegawai.
-
Kata Kunci : karakteristik sosial,pembantu rumahtangga,Depok,Sleman,DIY