Laporkan Masalah

Fertiltas penduduk di kecamatan Bawang kabupaten Batang

Muchammad Labib, Dra. Daryati Sugeng Martopo

1983 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Penelitian ini dilakukan di kecamatan Bawang, kabupaten Batang, Jawa Tengah, dengan tujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi fertilitas yaitu faktor usia kawin pertama, lama kawin, pendidikan formal istri, pendapatan keluarga dan pemakaian alat kontrasep- si. Diharapkan hasil penelitian ini dapat digunakan untuk membantu mengatasi masalah penduduk terutama dalam usaha menurunkan fertilitas. Penelitian ini menggunakan metode area Sampling (Pengelompokan daerah) Kecamatan Bawang yang terdiri dari dua tipe daerah yaitu tipe daerah sawah yang dapat panen padi sepanjang tahun serta dapat dengan sarana sosial ekonomi, tipe kedua daerah sawah dan tegalan yang hanya dapat panen padi satu kali pertahun serta jauh dengan sarana sosial ekonomi. Dari kedua tipe ini masing-masing diwakili kalurahan Bawang dan kalurahan Sangubanyu. Dalam penelitian ini respondennya ialah wanita usia subur (15-49) pernah kawin dan suami, adapun analisis data dengan Univarate analysis, Bivariate Analysis dan multivariate Analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia kawin pertama mempunyai hubungan negatif dengan fertilitas, yaitu wanita yang kawin lebih kecil lebih kecil sama dengan 14 tahun mempunyai rata-rata anak lahir hidup 4,92. Wanita yang kawin pada umur 15 dan 16 tahun mempunyai rata-rata anak lahir hidup 3,96 dan yang kawin lebih besar sama de- ngan 17 tahun mempunyai rata-rata anak lahir hidup 3,15. Sedangkan lama kawin mempunyai hubungan positif dengan fertilitas yaitu wanita dengan lama kawin lebih kecil sama dengan 10 tahun mempunyai rata-rata anak lahir hidup 2,43, wanita dengan lama kawin 11-15 tahun mempunyai rata-rata anak lahir hidup 4, 27 dan wanita dengan lama kawin lebih besar sama dengan 16 tahun mempunyai rata-rata anak lahir hidup 5,80. Untuk pendidikan istri mempunyai hubungan yang berbentuk huruf U terbalik yaitu wanita yang tidak sekolah mempunyai rata-rata anak lahir hidup 4,02, wanita dengan pendidikan tahun sukses 2-5 tahun mempunyai rata-rata anak lahir hidup 4,58 dan wanita de- ngan pendidikan tahun sukses lebih besar sama dengan 6 tahun mempunyai rata-rata anak lahir hidup 3,43. Untuk pendapatan keluarga mempunyai hubungan positif yaitu pa- da keluarga dengan pendapatan lebih kecil Rp. 10.000,00 mempunyai rata-rata anak lahir hidup 3,69, keluarga dengan pendapatan. 10.000,00 - 50.000,00 mempunyai Z Rp. rata-rata anak lahir hidup 3,98 dan keluarga dengan peng- hasilan lebih besar sama dengan Rp. 50.000,00 mempunyai rata-rata anak lahir hidup 4,45. Dari keempat faktor di atas yang kelhiatan mempunyai pengaruh nyata yaitu pada faktor usia kawin pertama dan lama kawin, sedang pada kedua faktor yang lain tidak begitu terlihat pengaruhnya (lebih jelas bila dilihat pada diagram). Hal ini karena usia kawin pertama dan lama kawin berpengaruh langsung, sedangkan pada pendidikan 18-tri dan pendapatan keluarga mempengaruhi fertilitas tidak secara langsung. Untuk pemakaian alat kontrasepsi terlihat pada wanita-wanita yang berusia muda, berusaha menjarangkan kelahitan, sedang pada wanita yang berusia tua lebih besar 35 tahun sudah cenderung membatasi kelahiran.

-

Kata Kunci : Fertilitas,Batang,Jawa tengah

  1. S1-1983-1909-Muchammad_Labib-abstract.PDF  
  2. S1-1983-1909-Muchammad_Labib-bibliography.PDF  
  3. S1-1983-1909-Muchammad_Labib-tableofcontent.PDF  
  4. S1-1983-1909-Muchammad_Labib-title.PDF