Kajian perkembangan sarana dan prasarana kebutuhan hidup masyarakat kota Bantul
M. Rosul, Drs. Irfan Yahya, M.S.; Drs. Joko Christanto, M.Sc.
1996 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHTulisan ini disusun berdasarkan hasil penelitian mengenai perkembangan sarana dan prasarana untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat di Desa Bantul, Ringinharjo, Palbapang, dan Trirenggo, Kabupaten Daerah Tingkat II Bantul tahun 1990 dan 1994. Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji. secara jelas perkembangan jumlah sarana dan prasarana kota pada masing-masing desa dan pengaruh pertumbuhan penduduk, perkembangan sarana dan prasarana sosial dasar, sosial, ekonomi, dan pendukung sosial ekonomi terhadap perkembangan sarana dan prasarana Kota Bantul yang terjadi di daerah penelitian sejak tahun 1990 hingga tahun 1994. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Langkah-langkah penelitian yaitu (1) observasi lapangan, (2) wawancara secara lebih detil dengan responden yang dilakukan terhadap tokoh kunci. Untuk menganalisis data digunakan analisis tabel frekuensi dan analisis tabel silang. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang nyata antara perkembangan sarana dan prasarana di setiap desa yang memiliki perkembangan sarana dan prasarana sosial, ekonomi, dan pendukung sosial ekonomi tinggi dengan rendah. Perbedaan ini menunjukkan adanya hubungan asosiasi antara perbedaan tingkat perkembangnan sarana dan prasarana sosial, ekonomi, dan pendukung sosial ekonomi dengan perbedaan tingkat perkembangan sarana dan prasarana kota. Adanya hubungan tersebut dipengaruhi oleh adanya keterkaitan sarana dan prasarana sosial, ekonomi, dan pendukung sosial ekonomi Kota Bantul dengan Kota Yogyakarta yang tidak dapat dipisahkan. Hal ini terjadi mengingat kedua kota saling membutuhkan kerjasama serta memiliki sarana dan prasarana transportasi yang cukup baik. Faktor lain yaitu pertumbuhan penduduk dan perkem- bangan sarana dan prasarana sosial dasar tidak menunjukkan adanya perbedaan yang nyata dengan perkembangnan sarana dan prasarana kota. Hal ini berarti tidak terdapat hubungan asosiasi antara pertumbuhan penduduk maupun perkembangan sarana dan prasarana sosial dasar dengan perkembangan sarana dan prasarana kota. Tidak adanya hubungan tersebut dipengaruhi oleh adanya pertumbuhan penduduk tinggi tidak diikuti dengan tingginya perkembangan sarana dan prasarana kota. Penduduk Kota Bantul sebagian memenuhi kebutuhannya di Kota Yogyakarta, sehingga perkembangan sarana dan prasarana kota menjadi lambat walaupun pertumbuhan penduduknya tinggi. Disamping itu ketersediaan sarana dan prasarana sosial dasar sebagian besar sudah mencukupi kebutuhan minimal masyarakat Kota Bantul. Dengan demikian perkembangan sarana dan prasarana sosial dasar menjadi rendah. Oleh karena itu perkembangan sarana dan prasarana sosial dasar tidak berpengaruh terhadap tingginya perkembangan sarana dan prasarana kota.
-
Kata Kunci : Penyediaan bahan makanan;Kebutuhan ekonomi,Bantul,DIY,Kebutuhan Hidup