Laporkan Masalah

Dampak sosial ekonomi program tebu rakyat intensifikasi terhadap petani, kasus desa Sidomulyo kecamatan Bambanglipuro kabupaten Dati II Bantul

M. Agus Samsudin, Drs. Soekadri, M.S.

1989 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Program Tebu Rakyat Intensifikasi (TRI) adalah program Nasional yang mulai dilaksanakan sejak dikeluarkannya Inpres nomor 9, tahun 1975. Sebagai sebuah ke- bijakan Nasional maka program ini berlaku di berbagai wilayah di Indonesia sehingga karakteristik wilayah kurang diperhatikan. Untuk itu, mengingat arti penting program TRI sebagai program Nasional dan kelompok sasaran yang dituju adalah para petani maka penelitian ini dilakukan. Lokasi penelitian di Desa Sidomulyo, Kecamat- an Bambanglipuro, Kabupaten Daerah Tingkat II Bantul. Suatu daerah dengan karakteristik fisik dan sosial-ekonomi tertentu. Adapun tujuannya adalah: (1) untuk mengetahui pengaruh pelaksanaan program TRI terhadap pendapatan petani dan (2) mengetahui pengaruh pelaksanaan program TRI terhadap tenaga kerja petani. Metode Penelitian ini adalah survai yang merupakan kelanjutan dari Bantul Socio Economic Survey (BASES) kerja sama antara Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada dengan Pemerintah Daerah Tingkat II Kabupaten Bantul. Responden adalah Kepala Keluarga, berjumlah 100 yang dikategorikan menjadi dua berdasar luas lahan ngan batasan luas petani subsisten dari Sayogyo yaitu 0,71 ha. Petani berlahan luas yaitu petani dengan luas lahan >0,71 ha dan petani berlahan sempit dengan luas lahan <0,71 ha. Analisa data dilakukan dengan tabel silang dan tabel frekwensi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa terjadi penurunan pendapatan petani akibat pelaksanaan program TRI Pendapatan petani turun berkisar pada angka 50 prosen bila dibandingkan dengan pendapatan usahatani non-TRI (padi-kacang-palawija/kedelai). Bagi petani berlahan luas penurunan pendapatan ini tidak menjadikan mereka miskin tetapi untuk petani berlahan sempit menjadikan mereka yang sudah miskin menjadi semakin miskin. Distribusi pendapatanya juga sangat timpang yang ditunjukkan dengan indeks Gini 0,7. Tenaga kerja yang tidak termanfaatkan, yaitu tenaga kerja petani pemilik lahan yang biasanya digunakan untuk mengerjakan lahannya karena program TRI tidak dapat digunakan sebesar 66 persen dari 100 Keluarga. Dari jumlah itu hanya 27 persen yang dapat menggunakan tenaga kerjanya di luar bidang pertanian. Hal ini disebabkan oleh (1) petani tidak mempunyai ketrampilan kerja di luar bidang pertanian (2) tidak adanya alih teknologi tebu sehingga petani tidak dapat bekerja di lahan TRI (3) upah bekerja di lahan TRI lebih kecil dibandingkan dengan bekerja di lahan non-TRI.

-

Kata Kunci : Sosial ekonomi;Petani tebu,tebu rakyat, intensifikasi ,Bambanglipuro,Bantul,DIY

  1. S1-1989-2364-M__Agus_Samsudin-abstract.PDF  
  2. S1-1989-2364-M__Agus_Samsudin-bibliography.PDF  
  3. S1-1989-2364-M__Agus_Samsudin-tableofcontent.PDF  
  4. S1-1989-2364-M__Agus_Samsudin-title.PDF