Laporkan Masalah

Keadaan sosial ekonomi transmigran di lokasi permukiman transmigrasi peninjauan kabupaten Ogan Komering Ulu propinsi Sumatera Selatan

M. Arsad A.R., Drs. Sujali, M.S.

1987 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Indonesia merupakan salah satu negara sedang berkembang, salah satu ciri atau masalah yang dihadapi adalah tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi (2,15 persen per tahun) dan penyebaran yang tidak merata. Pulau Jawa dan Bali dengan luas hanya 7,18 persen dari total luas wilayah Indonesia, pada tahun 1985 dihuni oleh 62,48 persen penduduk Indonesia. Penyebaran penduduk yang tidak merata ini menimbulkan beberapa masalah, diantaranya rata-rata pemilikan lahan pertanian hanya 0,22 hektar per keluarga, pemilikan ini semakin lama semakin menyempit menyebab kesempatan untuk bekerja di bidang pertanian semakin mengecil, sedangkan perkembangan lapangan pekerjaan di luar sektor pertanian belum siap menampung kelebihan tenaga kerja dari sektor pertanian sehingga mengakibatkan timbulnya pengangguran. Untuk mengatasi masalah tersebut dijalankan suatu kebijaksanaan kependudukan melalui program transmigrasi, yang salah satu tujuannya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat terutama transmigran itu sendiri. Hambatan utama dalam melaksanakan transmigrasi adalah masalah tanah, baik kondisi fisik tanah ataupun sengketa tanah antara transmigran dengan penduduk setempat. Penelitian di Lokasi Permukiman Transmigrasi Peninjauan, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Propinsi Sumatera Selatan yang berjarak 145 kilometer barat daya kota Palembang atau 68 kilometer arah timur laut kota Baturaja, bertujuan untuk mengetahui keadaan sosial ekonomi transmigran. Responden dalam penelitian ini adalah kepala keluarga transmigran umum yang berasal dari Pulau Jawa. Penelitian ini mengambil 3 unit permukiman dari 5 unit permukiman yang ada. Jumlah responden seluruhnya 152 kepala keluarga, diambil secara proporsional random sampling dengan menggunakan tabel angka acak. Analisa data menggunakan tabel fre- kuensi dan tabel silang dengan test korelasi product moment dan test kai kuadrat. Dari hasil penelitian dapat diketahui, bahwa hambatan utama yang dihadapi dalam mengolah lahan pertanian adalah kurangnya tenaga kerja, walaupun anak-anak usia 10 tahun ke atas telah diikutsertakan dalam mengolah lahan dan memelihara tanaman, dari keadaan tersebut rata-rata luas lahan yang dapat digarap baru 1,15 hektar dari 2,5 hektar lahan yang telah dibagikan. Hasil perhitungan data primer menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan keluarga per tahun sebesar Rp. 535.500,- atau sebesar Rp. 107.100,- per kapita per tahun. Walaupun pendapatan tersebut masih tergolong rendah, namun sebagian besar transmigran (71,7 persen) merasa keadaan penghidupan di daerah transmigrasi lebih baik bila dibandingkan sewaktu masih di daerah asal. Keadaan rumah transmigran telah banyak mengalami perubahan terutama susunan kamarnya dan luas lantai semakin besar.

-

Kata Kunci : Transmigran,Permukiman,Transmigrasi,Pertumbuhan Penduduk,Penyebaran Penduduk,

  1. S1-1987-2679-M_Arsad_Ar-abstract.pdf  
  2. S1-1987-2679-M_Arsad_Ar-bibliography.pdf  
  3. S1-1987-2679-M_Arsad_Ar-tableofcontent.pdf  
  4. S1-1987-2679-M_Arsad_Ar-title.pdf