Pengaruh pengelolaan daerah aliran sungai terhadap limpasan dan debit suspensi di DAS Keduang Wonogiri
M. Fachruddin, Drs. Sudarmadji, M.Eng.Sc.
1986 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANDaerah Aliran Sungai Keduang, merupakan salah satu "catchment area" Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, yang paling besar, yaitu seluas 282,215 Km2. Di DAS tersebut sejak tahun 1977/1978 sampai sekarang telah dilakukan pengelolaan DAS, yang meliputi kegiatan penanaman seluas 66,86 Km2 pembangunan Dam Pengendali sebanyak 28 unit, pembuatan Demplot sebanyak 26 unit, pembuatan hutan rakyat seluas 1,6 Km2, Reboisasi seluas 2,6 Km2, Pembuatan Saluran Pembuangan Air seluas 9,65 Km2, dan pembuatan Teras seluas 21,76 Km2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prngaruh Pengelolaan DAS terhadap limpasan dan debit suspensi di DAS Keduang. Untuk mengetahui pengaruhnya terhadap limpasan digunakan tolok ukur hidrograf satuan, koefisien aliran sesaat dan tahunan, perbedaan debit aliran bulanan maksimum dengan debit aliran minimum, dan persamaan regresi korelasi antara debit aliran bulanan dengan curah hujan bulanan. Untuk mengetahui pengaruhnya terhadap suspensi di- adakan pengukuran dan analisis kadar suspensi aliran sungai di outlet Daerah Aliran Sungai Keduang. Hidrograf satuan satu jam yang diperoleh pada tahun 1975, 1979, 1980, 1982, dan 1985, berturut-turut mempunyai debit puncak sebesar 23,21 m3/dt, 19,12 m3/dt, 12,92 m3/dt, 11,37 m3/dt, dan 14,28 m3/dt. Waktu dari puncak hidrograf satuan sampai akhir hidrograf satuan berturut-turut sebesar 9 jam, 12 jam, 19,5 jam, 14 jam, dan 16 jam. Koefisien aliran sesaat pada tahun tersebut, berturut-turut sebesar 36 %, 21 %, 21 % 18 %, dan 15 %. Koefisien aliran tahunan pada tahun 1975, 1979, 1980, 1981, 1982, dan 1983 berturut-turut sebesar 40,7 %, 27,5%, 23,8 %, 20,9 %,21,9%, dan 21,1%, sedangkan perbedaan debit aliran bulanan maksimum dan debit aliran bulanan minimum pada tahun tersebut berturut-turut sebesar 21,8 m/at, 13,57 m3/dt, 20,06 m3/dt, 17,92 m3/dt, 5,69 m3/dt, dan 1,57 m3/dt. Persamaan regresi korelasi antara debit aliran bulanan dengan curah hujan bulanan pada tahun 1975 adalah @ 4,76+0,027 P dengan koefisien korelasi 0,93, tahun 1979 adalah Q 0,411+0,027 P dengan koefisien korelasi 0,91, tahun 1980 adalah Q -0,769+0,029 P dengan koefisien korelasi 0,71, tahun 1981 adalah Q -1,79+0,031 P dengan koefisien korelasi 0,79, tahun 1982 adalah Q = 0,131+0,007 F dengan koefisien korelasi 0,70 dan tahun 1983 adalah Q = 0,925+0,002 P dengan koefisien korelasi 0,59. Jika berdasarkan debit suspensi tahunan pada tahun 1981, 1983, 1984, dan 1985 berturut-turut sebesar 2.990.090 ton/tahun, 354.275 ton/tahun, 401.589 ton/ tahun dan 344.813 ton/tahun. Berdasarkan analisis tolak ukur secara keseluruhan setelah dilaksanakan Pengelolaan DAS di daerah penelitian berpengaruh dalam hal: Pertama, mengurangi Limpasan, ini mempunyai arti bahwa air hujan yang jatuh di permukaan tanah semakin besar yang mengalami peresapan ke dalam tanah, selanjutnya dapat menambah timbunan air tanah, dan mengurangi puncak banjir. Kedua memperkecil debit suspensi, keadaan ini mempunyai arti bahwa konservasi tanah di daerah penelitian cenderung semakin baik, sehingga erosi tanah dapat berkurang.
-
Kata Kunci : das Keduang ,Wonogiri, Jawa tengah,Debit,pengelolaan DAS