Laporkan Masalah

Keadaan sosial ekonomi tranmigrasi setelah empat tahun di lokasi kasus di unit pemukiman XI, Rimbo Bujang Jambi

Mahdi Thaib, Dra. Daryati Sugeng Martopo

1986 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Salah satu tujuan dilaksanakan transmigrasi adalah untuk meningkatkan taraf hidup warga masyarakat terutama transmigran itu sendiri. Untuk itulah maka melalui program transmigrasi para transmigran diharapkan mampu mengolah sumber alam yang diserahkan kepada mereka yang belum dimanfaatkan, dalam usaha peningkatan kesejahteraan. Namun demikian dalam kenyataannya tidak semua transmigran yang mampu mengolah sumber daya alam yang telah diserahkan kepada mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keadaan sosial ekonomi transmigran di Unit Pemukiman XI, Rimbo Bujang, Jambi. Penelitian ini merupakan studi kasus. Pemilihan responden dilakukan dengan sistimatis random. Jumlah sampel sebanyak 150 Kepala Keluarga yang terdiri 110 Kepala Keluarga transmigran umum (asal Jawa Tengah) dan 40 Kepala Keluarga transmigran lokal, sedangkan teknik analisa yang digunakan metode tabulasi frekuensi dan metode tabulasi silang. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa setelah 4(empat) tahun transmigran menempati lokasi transmigran Unit Pemukiman XI, Persentase transmigran yang telah menggarap lahan seluas 5(lima) hektar (sesuai dengan jatah yang telah diberikan kepada mereka) yaitu 68,0 persen. Rata-rata pendapatan transmigran dari usaha tani sebesar Rp. 576.132,07 setelah ditambah pendapatan dari pekerjaan tambahan rata-rata pendapatan transmigran menjadi Rp. 685.122 sedangkan penerimaan transmigran sewaktu tahun pertama menempati lokasi transmigrasi Unit Pemukiman XI dari subsidi Pemerintah dan ditambah hasil usaha lain yaitu sebesar Rp. 428.770. Berarti selama 4 (empat) tahun telah terjadi peningkatan pendapatan transmigran tersebut juga diikuti perubahan keadaan perumahan, pemilikan barang dan pemilikan ternak. Di Wilayah Unit Pemukiman XI sudah tersedia 1(satu) buah Balai Pengobatan. Sebagian besar transmigran (86) persen) memanfaatkan Balai Pengobatan tersebut sebagai tempat mengobati anggota rumah tangga yang menderita sakit. Begitu pula Keluarga Berencana, pada akhir tahun 1985 mulai digalakkan untuk menekan jumlah kelahiran yang besar. Di samping tersebut juga terdapat fasilitas pendidikan yaitu 2(dua) buah Sekolah Dasar/Madrasah dan 1(satu) buah SMP, serta fasilitas-fasilitas sosial ekonomi lainnya. Hubungan transmigran dengan daerah asal masih berjalan dengan baik, hal ini terbukti besarnya frekuensi hubungan tersebut.

-

Kata Kunci : Transmigrasi;Keadaan sosial ekonomi transmigran,Transmigran,Tanah Bumbu,Tebo,Jambi

  1. S1-1986-2199-Mahdi_Thaib-abstract.pdf  
  2. S1-1986-2199-Mahdi_Thaib-bibliography.pdf  
  3. S1-1986-2199-Mahdi_Thaib-introduction.pdf  
  4. S1-1986-2199-Mahdi_Thaib-tableofcontent.pdf  
  5. S1-1986-2199-Mahdi_Thaib-title.pdf