Pembantu rumah tangga di kecamatan Mergangsan kotamadya Yogyakarta
M.H. Dewi Susilowati, Dr. Ida Bagus Mantra; Dra. Daryati Sugeng Martopo
1981 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANDi Kota Madya Yogyakarta ini sebagian rumah tangga menggunakan tenaga pembantu. Apabila rumah tangga tersebut tidak ada pembantu, biasanya pengelolaan rumah tangga kurang lancar. Ketidak lancaran ini terlihat pada wak tu pembantu pulang ke daerah asalnya setiap hari Raya Le baran. Pada waktu itulah pekerjaan rumah tangga yang ditinggalkan menjadi tidak lancar. Dewasa ini timbul masalah terhadap pembantu rumah tangga, karena kebanyakan da ri mereka bersifat komersiil, dalam artian mengejar upah yang tinggi. Dengan adanya masalah pembantu rumah tangga tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan ru mah tangga menggunakan pembantu dan alasan tidak menggunakan pembantu, prilaku pembantu rumah tangga, serta pola mobilitas pembantu rumah tangga. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Mergangsan, Kota Madya Yogyakarta. Pemilihan daerah sampel dila kukan secara random, dan terpilih Rukun Kampung Nyutran dan Bintaran. Dari hasil penelitian didapatkan : 1). Bahwa Kepala Keluarga di kedua Rukun Kampung tersebut hanya sebagian kecil yang menggunakan pembantu rumah tangga yaitu sebesar 14,3 %, dan yang tidak me nggunakan pembantu sebesar 85,7 %. Alasan rumah tang ga menggunakan pembantu dan tidak menggunakan pemban bermacam macam, karena mereka mempunyai masalah yang berbeda beda antara lain masalah pendapatan. 2). Bahwa pembantu rumah tangga meninggalkan daerah asal karena ingin mendapatkan pekerjaan di kota. Untuk da pat bekerja sebagai pembantu ini kebanyakan dari mereka melalui perantara. 3). Sifat pembantu muda itu umumnya komersiil, sedangkan pembantu yang tua sifatnya kekeluargaan
-
Kata Kunci : Pembantu rumah tangga,Mergangsan,Kota Yogyakarta,DIY