Potensi pariwisata di kabupaten Boyolali JawaTengah suatu kajian melalui foto udara
Mahmudi, Prof. Dr. Sutanto
1989 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHSebuah studi untuk meneliti potensi kepariwisataan suatu daerah sudah sering dan banyak dilakukan oleh para peneliti maupun ilmuwan. Baik diteliti dari sudut pandang ekonomi (neraca perdagangan), dari potensi keindahan panorama alamnya, maupun dari segi lingkungan Geografisnya. Akan tetapi penelitian dengan menggunakan metode teknik penginderaan jauh, yaitu menguji kemampuan citra penginderaan jauh untuk meneliti potensi obyek pariwisata masih sangat jarang bahkan sedikit sekali jumlahnya. Penelitian ini dilakukan di daerah kabupaten Boyolali Jawa Tengah. Dengan obyek kepariwisataan sebagai obyek penelitiannya. Penelitian ini mempunyai dua tujuan. Pertama, untuk mengetahui kemampuan foto udara jenis pankromatik hitam putih skala 1:50 000 dan foto udara infra merah berwarna skala 1:30 000, untuk menyadap obyek pariwisata, sarana dan prasarana penunjang kepa- riwisataan. Kedua, untuk mengetahui seberapa jauh potensi obyek-obyek kepariwisataan di daerah kabupaten Boyolali. Metode penelitian yang digunakan adalah metode interpretasi foto udara dengan pelacakan kebenaran di lapangan. Adalah peta sementara yang dihasilkan melalui interpretasi/penafsiran dari foto udara dibetulkan dan dilengkapi di lapangan maupun dengan data-data bantu yang bersumber dari beberapa instansi yang terkait. Peta jadi yang sudah lengkap dengan data-data kepariwisataan maupun sarana prasarana dianalisa dan dinilai tingkat potensinya sehingga obyek wisata tersebut berlanjut ke perencanaan pengelolaan dan pengembangan. Variabel-variabel uji tingkat potensi obyek pariwi sata berdasarkan: (1) dukungan obyek wisata sekitarnya. Dalam hal ini jalur paket-paket wisata (lingkungan Geografis). (2) kelengkapan sarana prasarana atau fasilitas penunjang obyek pariwisata tersebut, dan (3) keadaan/ permintaan pasar. Di dalam penelitian ini keadaan pasar diteliti dari peningkatan pengunjung di obyek wisata dari waktu ke waktu. Uji kemampuan foto udara dilakukan dua tahap. Pertama, di laboratorium, dengan menguji tingkat kemudahan interpretasi. Kedua di lapangan, menguji tingkat ketelitian atau kebenaran interpretasi, masing-masing dalam ujud persen.
-
Kata Kunci : Fotografi udara, Potensi Pariwisata,Boyolali,Jawa Tengah