Laporkan Masalah

Pola permukiman di kabupaten Subang propinsi Jawa Barat

Mamat Ruhimat, Drs. Su Ritohardoyo, M.A.

1987 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Penelitian dengan mengambil pokok permasalahan pola permukiman ini, bertujuan untuk mempelajari variasi pola permukiman desa, dan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap terbentuknya variasi pola permukiman tersebut. Untuk mencapai tujuan tersebut, telah dilaksanakan penelitian di Daerah Tingkat II Kabupaten Subang Propinsi Jawa Barat, dengan menggunakan metode survei dan teknik analisis korelasi regresi berganda untuk analisis data, yang mengambil taraf nyata 95 persen. Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa terjadinya variasi pola permukiman sebagian besar (68,79) persen) dipengaruhi oleh faktor tekanan penduduk terhadap lahan pertanian, kepadatan penduduk, persentase luas lahan sawah, kemiringan lahan, ketinggian tempat, dan kedalaman air sumur, sedangkan sisanya 31,21 persen dipengaruhi oleh faktor lain yang memerlukan penelitian lebih lanjut. Dari keenam faktor pengaruh tersebut, faktor tekanan penduduk terhadap lahan pertanian mempunyai pengaruh yang paling besar, dimana untuk setiap kenaikkan 1 unit nilai standardisasi tekanan penduduk terhadap lahan pertanian, menyebabkan parameter tetangga terdekat T naik sebesar 0,93596, sehingga dapat dikatakan bahwa semakin tinggi tekanan penduduk terhadap lahan pertanian, maka pola permukiman semakin menyebar. Faktor lain adalah kepadatan penduduk, dengan peningkatan 1 unit nilai standardisasi kepadatan penduduk, mengakibatkan parameter tetangga-terdekat T turun sebesar 0,49183. Dari kenyataan ini, dapat dikemukakan bahwa semakin tinggi kepadatan penduduk, maka pola permukiman semakin mengelompok. Pengaruh persentase luas lahan sawah terhadap pola permukiman menunjukkan, bahwa dengan kenaikkan 1 unit nilai standardisasi persentase luas lahan sawah, menyebabkan parameter tetangga-terdekat T naik sebesar 0,40012, sehingga dapat dikatakan bahwa dengan semakin tingginya persentase luas lahan sawah, maka pola permukiman semakin menyebar. Untuk ketiga aspek fisik, yakni kemiringan lahan, ketinggian tempat, dan kedalaman air sumur, ternyata tidak memberikan pengaruh yang berarti terha- dap variasi pola permukiman desa

-

Kata Kunci : PolaPermukiman, Subang, Jawa Barat,Analisis Data

  1. S1-1987-2688-Mamat_Ruhimat-abstract.pdf  
  2. S1-1987-2688-Mamat_Ruhimat-bibliography.pdf  
  3. S1-1987-2688-Mamat_Ruhimat-tableofcontent.pdf  
  4. S1-1987-2688-Mamat_Ruhimat-title.pdf