Laporkan Masalah

Efektivitas Model Intervensi SPED terhadap Stres Pengasuhan, Efikasi Diri Ibu serta Pertumbuhan BBLR di Ruang Perawatan Bayi Risiko Tinggi dan Neonatal Intensive Care Unit

Nurlaila, Prof. Dr. dr. Elisabeth Siti Herini, Sp.A.(K.)

2025 | Disertasi | S3 Kedokteran Umum

Latar belakang. Perawatan bayi di NICU (Neonatal Intensive Care Unit) merupakan pengalaman menyedihkan dan berpotensi traumatis bagi orang tua. Pengalaman ini dapat memengaruhi kesehatan mental orang tua, efikasi diri ibu, dan pertumbuhan BBLR (Bayi Berat Lahir Rendah). Intervensi SPED diperlukan untuk mencegah efek jangka panjang dari stres pengasuhan, efikasi diri ibu dan pertumbuhan bayi.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan model intevensi SPED (stres pengasuhan dan efikasi diri) dan mengevaluasi pengaruhnya terhadap stres pengasuhan, efikasi diri ibu, dan pertumbuhan BBLR.

Metode. Penelitian menggunakan exploratory sequential mixed methods. Sampel dalam penelitian ini adalah 62 ibu BBLR yang dirawat di ruang Peristi dan NICU RSUD Banyumas dan RSUD Kebumen. Proses penelitian terdiri dari penelitian tahap I kualitatif (need assessment), tahap II pengembangan model intervensi SPED, dan tahap III uji coba model intervensi (kuantitatif). Metode penelitian kualitatif menggunakan wawancara mendalam pada ibu BBLR dan FGD pada perawat Peristi dan NICU yang dipilih dengan maximum variation purposive sampling. Instrumen penelitian kuantitatif adalah Parental Stressor Scale: Neonatal Intensive Care Unit (PSS-NICU), PMP-SE Perceived Maternal Parenting Self-Efficacy (PMP- S-E), pertumbuhan diukur berdasarkan berat badan bayi. Analisis data menggunakan uji regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh model intervensi SPED terhadap stres pengasuhan, efikasi diri ibu dan pertumbuhan BBLR.

Hasil. Penelitian tahap I menghasilkan menghasilkan 4 tema pada wawancara mendalam ibu dan 3 tema pada FGD perawat. Penelitian tahap 2 menghasilkan komponen intervensi SPED meliputi pemberdayaan ibu dalam perawatan bayi, pemberian dukungan kepada ibu, terapi murottal, serta terapi pernapasan dalam dan guided imagery. Penelitian tahap III menunjukan intervensi SPED terbukti efektif untuk menurunkan stres pengasuhan ibu, meningkatkan efikasi diri ibu (p< 0>serta meningkatkan pertumbuhan berat badan bayi yang stabil.

Kesimpulan. Intervensi SPED merupakan inovasi dalam perawatan neonatus di runag Peristi dan NICU untuk meningkatkan kesejahteraan ibu dan berat badan bayi.

Implikasi. Dukungan keluarga dan keterlibatan orang tua dalam perawatan bayi menjadi faktor kunci dalam mendukung kesejahteraan orang tua dan kesehatan jangka panjang bayi.

Saran. Penelitian selanjutnya dapat menganalisis intervensi SPED untuk melihat efek jangka panjang pada stres dan efikasi diri orang tua dan berat badan bayi setelah pulang ke rumah.


Background. Caring for a baby in the NICU is a sad and potentially traumatic experience for parents. This experience can affect parents' mental health, mothers' self-efficacy, and the growth of LBW (Low Birth Weight). SPED interventions are needed to prevent long-term effects of parenting stress, maternal self-efficacy and infant growth.

The purpose of this study was to develop a SPED (parenting stress and self-efficacy) intervention model and evaluate its effect on parenting stress, self-efficacy among LBW mothers, and growth of LBW.

Methods. The research used exploratory sequential mixed methods. The sample consisted of 62 mothers with low birth weight (LBW) treated in the Peristi and NICU units of Banyumas Regional General Hospital and Kebumen Regional General Hospital. The research process consisted of phase I qualitative research (need assessment), phase II development of the SPED intervention model, and phase III trial of the intervention model (quantitative). The qualitative research method used in-depth interviews with LBW mothers and FGDs with Peristi and NICU nurses selected using maximum variation purposive sampling. The instruments used were the Parental Stressor Scale: Neonatal Intensive Care Unit (PSS-NICU), PMP-SE Perceived Maternal Parenting Self-Efficacy (PMP-S-E), and growth measured based on infant weight. Data analysis used multiple linear regression to determine the effect of the SPED intervention model on parenting stress, maternal self-efficacy, and LBW growth.

Results. In-depth interviews with mothers yielded four themes and focus group discussions with nurses yielded three themes. The SPED intervention components include maternal empowerment in infant care, maternal support, murottal therapy, deep breathing therapy, and guided imagery. Research shows that SPED interventions are proven to be effective in reducing maternal parenting stress, increasing maternal self-efficacy (p<0>

Conclusion. The SPED intervention is an innovation in neonatal care in the Peristi room and NICU to improve maternal welfare and infant weight.

Implications: Family support and parental involvement in infant care are key factors in supporting parental well-being and the infant's long-term health.

Recommendations. Future research should analyze the SPED intervention to examine its long-term effects on parental stress and self-efficacy, as well as infant weight gain after discharge.

Kata Kunci : BBLR; efikasi diri; stres ibu; NICU; pertumbuhan bayi/neonatus growth; LBW; maternal stress; NICU; self efficacy;

  1. S3-2025-484640-abstract.pdf  
  2. S3-2025-484640-bibliography.pdf  
  3. S3-2025-484640-tableofcontent.pdf  
  4. S3-2025-484640-title.pdf