Variasi konstribusi pajak hotel dan restoran terhadap pendapatan asli daerah di propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Arief Sujatmiko, Drs. Risyanto, M.S.
2007 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHPerbedaan potensi pariwisata yang dimiliki masing-masing daerah menyebabkan perbedaan besarnya kontribusi sektor pariwisata terhadap pendapatan asli daerah di Propinsi DIY yang salah satunya bersumber dari pajak hotel dan restoran. Penelitian yang berjudul variasi kontribusi pajak hotel dan restoran terhadap pendapatan asli daerah di Propinsi DIY ini bertujuan untuk mengetahui fluktuasi pendapatan sektor pajak hotel-restoran masing-masing kabupaten/ kota di Propinsi DIY dan mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh pada peningkatan kontribusi sektor pajak hotel dan restoran terhadap PAD di Propinsi DIY. Penelitian ini menggunakan metode analisis data sekunder dengan menggunakan model Pooled Time Series (data pooling). Unit analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah tahun, yakni sepuluh tahun dari 1994-2003. Variasi kontribusi pajak hotel dan restoran masing-masing kabupaten di Propinsi DIY disajikan dalam bentuk perkembangan pendapatan setiap tahun selama tahun 1994-2003, pertumbuhan dan nilai rata-rata. Pengukuran faktor-faktor yang berpengaruh terhadap peningkatan sektor pajak hotel dan restoran di Propinsi DIY dilakukan dengan analisis regresi dan korelasi menggunakan delapan variabel, antara lain: Jumlah Daya Tarik Obyek Wisata; Jumlah Wisatawan Mancanegara, Jumlah Wisatawan Nusantara; Jumlah Hotel Bintang V, IV dan III; Jumlah Hotel Bintang 11, 1 dan Hotel Melati III; Jumlah Hotel Melati II, 1 dan Pondok Wisata, Jumlah Restoran. PDRB Perkapita sebagai variabel pengaruh (Y) dan kontribusi pajak hotel dan restoran terhadap PAD sebagai variabel Terpengaruh (Xi). Hasil penelitian menunjukkan pendapatan sektor pajak hotel dan restoran di Propinsi DIY kurun waktu 1994-2003 dari segi jumlah cenderung meningkat dan diikuti oleh peningkatan dari sektor lain. Kontribusi pendapatan sektor pajak hotel dan restoran terhadap pendapatan asli daerah menunjukkan perbedaan pada masing-masing kabupaten di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kontribusi sektor pajak hotel dan restoran terhadap PAD di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman cukup tinggi dibandingkan dengan ketiga kabupaten lainnya yakni masing-masing sebesar 29,68 dan 25,65% per tahun. Kabupaten Bantul, Gunungkidul dan Kulonprogo jauh berbeda yakni masing-masing sebesar 0,79; 1,02 dan 0,42. Kontribusi pajak hotel dan restoran terhadap PAD di Propinsi DIY sebesar 97,4% dipengaruhi faktor-faktor antara lain: jumlah wisatawan mancanegara; jumlah wisatawan nusantara; jumlah hotel melati II, I, pondok wisata; jumlah restoran dan PDRB perkapita, sedangkan sisanya sebesar 2,6% disebabkan oleh faktor lain yakni tiga variabel bebas yang dihilangkan karena tidak signifikan antara lain jumlah obyek wisata; jumlah hotel bintang V, IV, III; jumlah hotel bintang II, 1, hotel melati III dan faktor lain yang tidak diamati pada penelitian ini.
This research is using secondary data analysis method with Pooled Time Series model. The analysis unit that is used in this research is time series, that is 10 years from 1994-2003. The variations of the hotel and restaurant taxes contribution in each residence is presented in the income development, growth, and average form every year in 1994-2003. The measuring of the influential factors to the hotel and restaurant taxes sector increase is done with regression and correlation analysis using 8 variables, which are: number of interesting tourism objects; number of foreign tourists; number of domestic tourists; number of five-star hotels, four-star hotels, and three-star hotels; number of two-star hotel, one-star hotel, and melati III hotels; number of the melati II hotels, melat? 1 hotels, and cottages; number of restaurant. PDRB per capita as the independent variable (Y) and hotel and restaurants contribution to the domestic income as the dependent variable (X). The result of this research shows that domestic income from hotel and restaurant taxes sector during the year of 1994-2003 is increasing and followed by the income increasing from other sectors. The contribution of hotels and restaurant taxes sector to the domestic income at Yogyakarta city and sleman regency high enough compare with the other regency. Each other value is 29,68 and 25,65% per year. The most influencing factor Bantul, Gunung Kidul and Kulon Progo regency, for 0.79; 1,02 and 0,42. The influential factors to the increase of the hotel and restaurant taxes contribution to the domestic income equal to 97,4% by other factor: number of the foreign tourists; number of domestic tourists; number of the melati II hotels, melati I hotels, and cottages; number of restaurant; and PDRB per capita, The other equal to 2,6% is influenced by other factor are: number of interesting tourism objects; number of five-star hotels, four-star hotels, and three-star hotels; number of two-star hotel, one-star hotel, and melati III hotels; and other factor outer limits of this research.
Kata Kunci : pajak hotel dan restoran, PAD,: hotel and restaurant taxes