Laporkan Masalah

Pola distribusi keruangan hotel bintang dan nonbintang di kota Yogyakarta (1991-2005)

Ardiati Arinda Kartikaeksi, Dr. Muhammad Baiquni, M.A.

2007 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Kota Yogyakarta, selain dikenal sebagai kota pelajar dan kota budaya, merupakan salah satu kota tujuan wisata di Indonesia. Seperti kota tujuan wisata lainnya, di wilayah ini berkembang berbagai sektor penunjang pariwisata, salah satunya adalah sektor perhotelan, baik hotel bintang maupun hotel nonbintang. Dari tahun ke tahun perhotelan di Yogyakarta mengalami perkembangan yang cukup signifikan, seiring dengan perkembangan kondisi pariwisata di wilayah ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola distribusi keruangan hotel bintang dan hotel nonbintang tahun 1991 - 2005 di kota Yogyakarta. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan membuat peta distribusi hotel, baik hotel bintang maupun hotel nonbintang, disertai tabel dan grafik penunjang dari pengolahan data perhotelan tahun 1991 2005. Tujuan kedua adalah mencari keterkaitan antara perkembangan jumlah wisatawan dengan penambahan jumlah hotel bintang dan nonbintang selama tahun penelitian di kota Yogyakarta. Untuk memperolehnya digunakan metode analisis korelasi antara jumlah wisatawan dengan jumlah hotel yang disajikan dalam grafik. Tujuan ketiga adalah menentukan tipe hotel di Kota Yogyakarta yang dibagi menjadi tiga tipe hotel dengan karakteristik tertentu. Metode pengukuran menggunakan analisis deskriptif peta yang akan diketahui daerah konsentrasi hotel di Kota Yogyakarta sehingga dapat ditentukan tipe hotel pada tiap kluster tersebut. Hotel-hotel di kota Yogyakarta tidak hanya terpusat pada satu tempat saja, namun hampir di semua kecamatan memiliki beberapa hotel, kecuali untuk kecamatan Kraton. Dalam penelitian ini diketahui daerah konsentrasi hotel di Yogyakarta, baik hotel bintang maupun hotel nonbintang pada setiap periode waktu, latar belakang dan implikasinya terhadap daerah sekitarnya. Pertumbuhan dan perkembangan hotel sangat dipengaruhi oleh keadaan sektor pariwisata secara umum, di mana kondisi ini sangat bergantung pada stabilitas politik dan ekonomi negara yang akan berpengaruh pada jumlah wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara yang berkunjung ke Yogyakarta dan menggunakan fasilitas hotel atau penginapan. Dari jumlah wisatawan dan rata-rata lama tinggal di hotel bintang atau hotel nonbintang dapat diketahui tingkat kecenderungan wisatawan dalam memilih hotel sebagai tempat menginap. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa distribusi hotel bintang dan hotel nonbintang pada awalnya terkonsentrasi di sekitar pusat kota hingga berkembang ke kawasan pinggiran kota. Hal ini terjadi seiring dengan perkembangan fisik kota Yogyakarta yang menyebar dari pusat ke pinggiran

This research objective is to know the spatial distribution pattern of starred hotel and nonstarred hotel in 1991 2005 in Yogyakarta. Analysis technique use descriptive analysis and mapping of hotel distribution, starred hotel and nonstarred hotel, followed with the tables and graphs from processing data's hotel in 1991 2005. Second target is look for relevant between total growth of the tourist with the amount addition starred hotel and nonstarred during research year in Yogyakarta city. To obtain used by a analyze method the correlation between tourist amount with the hotel amount presented in graph. Third target is determine the hotel type in Yogyakarta, divided with three hotels type with certain characteristic. Measurement method using the descriptive analysis of map to be indentify by the area of hotel concentration in determinable Yogyakarta so that hotel type at every clusters. Hotels in Yogyakarta city not only center at one place, but also almost in all subdistrict has some hotel, except for the subdistrict of Kraton. In this research to known area of hotel concentration in Yogyakarta, starred hotel and nonstarred in each time-period, background and its implication to surround area. Growth and hotel development very influenced with the circumstance of tourism sectors in general, where this condition are base on political stability and political economy to have an amount of foreign tourist and domestic tourist visit to Yogyakarta and use the facility of hotel or lodge. From amount tourist and long of stay in starred hotel or nonstarred hotel are knowable the tourist tendency to choose hotel as place lodge. From inferential research result that distribution starred hotel and nonstarred hotel initially has concentrated in around downtown until expand to marginal area of city. This problem happened by along with growth of physical Yogyakarta city disseminating from center to boundary.

Kata Kunci : perhotelan, pariwisata, distribusi, wisatawan,hotels, tourism, distribution, tourist

  1. S1-2007-140548-Abstract.pdf  
  2. S1-2007-140548-Bibliography.pdf  
  3. S1-2007-140548-TableofContent.pdf  
  4. S1-2007-140548-Title.pdf