Laporkan Masalah

Kajian foto udara dan Sistem Informasi Geografis untuk pemetaan kondisi peresapan sub DAS Wedi kabupaten Klaten Jawa Tengah

Agus Anggoro Sigit, Prof. Dr. Dulbahri

2010 | Tesis | S2 Penginderaan Jauh

INTISARI Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Klaten tepatnya di Sub DAS Wedi yang merupakan bagian dari DAS Dengkeng. Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengkaji ketelitian interpretasi foto udara pankromatik hitam putih, skala 1: 50.000 dalam identifikasi faktor tanah, lereng, penggunaan lahan, kerapatan vegetasi, dan pengelolaan (konservasi) lahan, terkait pengaruhnya terhadap kondisi peresapan air di daerah penelitian; dan (2) membuat zonasi sebaran kemampuan infiltrasi dan kondisi peresapan air di daerah penelitian berdasarkan faktor-faktor lahan hasil interpretasi foto udara; dan 3) mengkaji pola sebaran keruangan kondisi peresapan air di daerah penelitian serta menganalisis sebaran tersebut secara keruangan. Metode penelitian yang digunakan adalah interpretasi foto udara dibantu survei terbatas untuk uji lapangan dengan metode pengambilan sample yang digunakan adalah stratified sampling. Metode analisis yang diterapkan adalah analisis spasial dengan Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil penelitian menunjukkan (1) tingkat ketelitian foro udara untuk interpretasi faktor penentu kondisi peresapan air daerah penelitian dapat diterima dengan ketelitian masing-masing faktor sebagai berikut: lereng 89,47%; tekstur tanah 82,14%; penggunaan lahan 90,16%; kerapatan vegetasi 88,89%; dan konservasi lahan 80,88 %; hal ini mengandung arti, walaupun tingkat ketelitian yang dicapai belum termasuk kategori sangat teliti, namun foto udara yang bersangkutan masih dapat digunakan untuk keperluan penelitian ini; (2) kondisi peresapan air daerah penelitian memiliki kecenderungan masih relatif baik, yang diindikasikan oleh hamparan satuan lahan berstatus kondisi "kritis" dengan luas tidak lebih dari 25% (30,496 km²). Satuan lahan berstatus kondisi "mulai kritis hingga agak kritis" mencapai 55,692 km² or 50,97 %; sedangkan selebihnya 3,154 km² atau sebesar 20,62 % berstatus "normal alami" dan 22,544 km² atau sebesar 20,62 % bertatus "Baik"; (3) di daerah penelitian, agihan keruangan satuan-satuan lahan dengan kondisi peresapan baik tidak memiliki relevansi spasial dengan agihan keruangan satuan-satuan lahan dengan kemampuan infiltrasi besar. Kata Kunci: Foto Udara, Sistem Informasi Geografis, Kemampuan Infiltrasi, Kondisi Peresapan Air

ABSTRACT The study was conducted in Klaten Regency at Wedi Sub Watershed, part of Dengkeng Watershed. The study aimed to: 1) study the interpretation accuracy of black and white Panchromatic Aerial Photograph scaling 1: 50.000 in identifying the soil factor, slope, landuse, vegetation density, and land conversation, related to the influences toward water infiltration condition in the research area: 2) make the zonation of infiltration capability and water infiltration condition based on land factors the result of aerial photograph interpretation; and 3) study the spatial distribution pattern of water infiltration condition in the research area and analyze to the distribution according to spatial. The research method used aerial photograph interpretation with supported by limited survey for field test, by sampling method was stratified sampling. The method of analysis applied spatial analysis by using Geographical Information System (GIS). The result of the study showed that: 1) the level of aerial photograph accuracy for interpreting determinate factors of water infiltration in the research area is acceptable each with the accuracy level of: slope 89.47%; soil texture 82.14%; land use 90.16%; vegetation density 88.89%; and land conservation 80.88%. It mean that although the accuracy level achieved had not been included in very good category, the aerial photograph still can be used in this study; 2) the condition of water infiltration in the research area tended to be relative still good, indicated by the of the land unit in status of 'critical' in the width no more than 25% (30.496 km²). The land unit in status of 'begin to be rather critical' in the width of 55.692 km² or 50.97%; while the remaining 3.154 km² or 20.62% was in the status of 'natural normal' and 22.544 km² or 20.62% had 'good' status; 3) In the research area, the space of land units with the condition of good infiltration had no spatial relevance to the space of land units and the great infiltration capability. Keywords: Aerial Photograph, Geographical Information System, Infiltration Capability, Water Infiltration Condition.

Kata Kunci : Foto Udara, Sistem Informasi Geografis, Kemampuan Infiltrasi, Kondisi Peresapan Air

  1. S2-2010-21804-Abstract.pdf  
  2. S2-2010-21804-Bibliography.pdf  
  3. S2-2010-21804-TableofContent.pdf  
  4. S2-2010-21804-Title.pdf