Laporkan Masalah

Kajian bentuk lahan wilayah pesisir Daerah Istimewa Yogyakarta dalam kaitannya sebagai peredam rayapan tsunami

Arif Pujianto, Drs. Sunarto, M.S.; Dr. H.A. Sudibyakto, M.S.

2002 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Pemilihan lokasi daerah penelitian ini dikarenakan berdasarkan Peta Tektonik dan Lokasi Tsunami di Indonesia yang memperlihatkan batas-batas lempeng tektonik dan lokasi tsunami yang pernah terjadi di Indonesia, wilayah pesisir selatan Pulau Jawa juga termasuk salah satu daerah rawan bencana tsunami. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari bentuklahan wilayah pesisir yang dapat meredam rayapan tsunami, dan menentukan upaya yang dapat dilaksanakan untuk memperkecil akibat rayapan tsunami. Penelitian ini menggunakan metode observasi untuk mendapatkan data lapangan dengan cara pengukuran, pengamatan dan pencatatan terhadap fenomena yang diselidiki. Selanjutnya menggunakan metode deskriptif komparatif yaitu membandingkan berbagai bentuklahan yang terdapat di wilayah pesisir Daerah Istimewa Yogyakarta dikaitkan dengan rayapan tsunami. Hasil penelitian berupa deskripsi peredaman rayapan tsunami pada bentuklahan wilayah pesisir Daerah Istimewa Yogyakarta dan upaya yang dapat dilaksanakan untuk memperkecil akibat rayapan tsunami. Bentuklahan yang dapat meredam rayapan tsunami secara langsung adalah bentuklahan gumuk pasir yang terdapat di wilayah pesisir Kabupaten Kulon Progo dan Kabupaten Bantul. Untuk wilayah pesisir Kabupaten Gunungkidul, bentuklahan yang dapat meredam rayapan tsunami secara efektif adalah bentuklahan perbukitan karst dengan tebing terjal yang terdapat di garis pantai. Sementara itu, beberapa upaya yang dapat dilaksanakan untuk memperkecil akibat rayapan tsunami antara lain: (1) adanya tokoh masyarakat atau organisasi yang tahu tentang tsunami dan cara penanggulangannya, (2) adanya organisasi atau instansi yang mengawasi aktivitas wisatawan yang berkunjung di lokasi wisata pantai, (3) memelihara keberadaan bangunan pemecah gelombang, (4) menjaga kelestarian bentuklahan gumuk pasir dan berbagai tanaman yang ada di wilayah pesisir, (5) memperlancar komunikasi antar daerah pantai, dan (6) membangun tanggul, pembuatan jalur hijau, pemeliharaan terumbu karang, pembuatan rumah tahan arus, pembangunan rumah dengan memperhatikan jarak yang cukup jauh dari pantai, pemisahan fasilitas pelabuhan dari tempat permukiman, dan lain sebagainya,.

The research locations was choiced based on the Tectonic and Tsunami Location Map in Indonesia showing the borders of the tectonic plate and tsunami locations that ever took place in Indonesia, the coastal area of the southern Java Island was categorized as one of the areas susceptible to the tsunami. This research was aim at studying the landforms that could minimize the tsunami run-up and the level of the ability of the landforms to minimize the tsunami in the coast located in the Special Region of Yogyakarta. Observation method was used to collect the empirical data by measuring, observing and noting the phenomena being studied. Then the comparative descriptive method was used to compare descriptively the landforms located in the Special Region of Yogyakarta in regard to the tsunami run-up. The results of the research were the description of the tsunami run-up reduction in the various coastal landforms located in the Special Region of Yogyakarta and the efforts that could be conducted to minimize the effects of the tsunami. The landform that could directly minimize the tsunami run-up is the sand dune located in the coastal areas of the Kulon Progo and Bantul Regencies. In the coastal areas of the Gunung Kidul Regency, the landform that could effectively minimize the tsunami is the cliff located in the shore line. Meanwhile, several efforts that could be conducted to minimize the tsunami run up effects are: (1) the availability of the society pioneer or organization knowing about tsunami and the ways to solve it, (2) the availability of the organization or instance controling the activities of the tourists visiting the beaches, (3) maintaining the existance of the breakwater structure building, (4) maintaining the continuity of the sand dune landform and various plants existing in the coastal areas, (5) making the communication between the shore areas smooth, and (6) building the verges, making the green lines, maintaining the coral reefs, building the houses far from the shore, separating the harbour facility from the district areas, etc.

Kata Kunci : tsunami, bentuklahan, peredaman,landform, reduction

  1. S1-2002-89477-Abstract.pdf  
  2. S1-2002-89477-Bibliography.pdf  
  3. S1-2002-89477-TableofContent.pdf  
  4. S1-2002-89477-Title.pdf