Analisis komparatif kondisi sosial ekonomi transmigran Jati Bali dengan Transmigran Abenggi di Kabupaten Konawe Selatan Propinsi Sulawesi Tenggara
Ariono, Prof. Dr. H. Hadi Sabari Yunus, MA.,DRS.
2009 | Tesis | S2 GeografiINTISARI Laju pertumbuhan penduduk yang tinggi menyebabkan terhadap tekanan penduduk dan tekanan pemilikan lahan pertanian yang tersedia semakin besar. Sebagai akibatnya adalah meningkatnya proporsi penduduk perdesaan yang tidak memiliki lahan. Di samping faktor produksi tanah yang semakin menyusut, faktor alam yang tidak mendukung untuk usaha pertanian, menimbulkan kecenderungan lebih banyak pekerja tertarik pada peluang kerja di sektor non perta-nian. Sampel yang dipilih dalam penelitian ini sebanyak 100 kepala rumah tangga non pertanian, teknik dasar pengambil-an sampel tersebut dilakukan dengan cara simple random sampling. Untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi responden dengan kegiatan yang dilakukan digunakan tabula-si silang dan uji statistik Kai-Kuadrat. rendah tang-Sema-perta-Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin angka rata-rata pemilikan lahan pertanian per rumah ga, semakin besar tekanan terhadap lahan pertanian. kin terbuka peluang kerja non pertanian dengan tingkat pendapatan yang tinggi rumah tangga cenderung untuk mela-kukan kegiatan ganda di sektor non pertanian atau pindah pekerjaan. Dilihat dari aspek pendapatan. rumah tangga dengan pendidikan tinggi memiliki pendapatan non nian yang lebih tinggi daripada yang berpendidikan rendah. Sedangkan sumbangan pertanian terhadap pendapatan rumah tangga non pertanian per bulan yang diterima berki-sar antara Rp 200.000 Rp 300.000 dengan angka rata-rata Rp 252.390. pendapatan ini lebih tinggi dari angka kebutu-han fisik minimum untuk DIY tahun 1997. Dengan demikian pendapatan rumah tangga non pertanian di perdesaan relatif cukup tinggi dan diharapkan mampu meningkatkan kesejah-teraan hidup masyarakat perdesaan. non Dari analisis secara umum dapat disimpulkan bahwa sektor non pertanian, dilihat dari segi penghasilan dan jumlah penyerapan pekerja, dapat diharapkan sebagai tum-puan hidup rumah tangga.
ABSTRACT This study took place in Konawe Selatan Regency, Sulawesi Tenggara Province. The samples were taken in the transmigration sites of Jati Bali in Ranometo sub-district and Abenggi in Landono sub-district. In fact, Jati Bali village is dwelled by people from Bali while Abenggi village is dwelled by people from west Java. This study aimed at analyzing socio-economic condition of transmigrants in Jati Bali and Abenggi and analyzing factors that played important roles in the difference of socio-economic condition of transmigrants in Jati Bali and Abenggi. The study employed field surveys by taking data using sampling and secondary data analysis. Samples were 100 respondents taken from both villages with 100 households for each village selected through simple random sampling. Data were analyzed qualitatively using frequency table and cross section table. The results showed that socio-economic condition in two sites was different. Social organization, integration and social contact were in accordance with each culture of each village. The trend of the secondary and higher education of the family heads was better in Jati Bali (88%) than in Abenggi (26%). Family income of family in Jati Bali which was around one to two millions per month (47%) was better than that in Abenggi which was under one million per month (53%). The house quality of transmigrants in Jati Bali (53%) was better that in Abenggi (13%). Transmigrants in Jati Bali possessed property worth of more than four millions rupiahs (70%) while 52% of transmigrants in Abenggi only possessed less than two millions rupiahs. Thirty eight percent of transmigrants in Jati Bali had a field extension while 31% of transmigrants in Abenggi had a field reduction to become less than one hectare. Transmigrants in Jati Bali worked in the sectors of trading and service (81%) while 59% of transmigrants in Abenggi worked in the sector of agriculture. Keywords: social, economy, transmigrant, region of origin
Kata Kunci : Analisis Komparatif, Transmigran, Ekonomi, Pembangunan Wilayah, GPW