Laporkan Masalah

Tingkat bahaya erosi permukaan dan tindakan konservasi masyarakat di DAS Carik Kabupaten Kulon Progo Yogyakarta

Birawa, Prof.Dr. Suratman Woro Suprodjo, M.Sc.

2008 | Tesis | S2 Pengelolaan Lingkungan

INTISARI Indonesia merupakan salah satu negara dengan sumber daya alam yang melimpah baik di darat maupun dilaut. Sebagai salah satu negara yang sedang berkembang Indonesia dihadapkan pada masalah yang berkaitan dengan pemanfaatan sumber daya alam yang ada. DAS sebagai suatu kawasan tidak luput dari kegiatan manusia. Penggunaan lahan yang tidak sesuai peruntukannya akan menyebabkan terjadinya kerusakan lahan, ditandai dengan terjadinya longsor, banjir maupun erosi tanah. Das Carik terletak pada Kabupaten Kulon Progo Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, kawasan ini merupakan bagian dari Das Serang. Dengan adanya tekanan penduduk dalam kawasan ini maka timbul beberapa masalah antara lain kerusakan lahan. Kerusakan lahan yang dibiarkan akan menimbulkan penurunan kualitas lingkungan secara keseluruhan, oleh karena itu diperlukan usaha-usaha konservasi terhadap kerusakan lahan Manusia sebagi salah satu komponen yang ada dalam kawasan DAS harus selalu diikut sertakan dalam setiap kegiatan konservasi, dengan melibatkan semua komponen yang ada kegiatan konservasi akan dapat berjalan dengan lancar. Tingkat pengetahuan masyarakat khususnya dalam hal erosi akan mempengaruhi keberhasilan kegiatan konservasi yang ada. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi tingkat bahaya erosi permukaan dan persebarannya di daerah penelitian, mengevaluasi tingkat pengetahuan masyarakat tentang erosi dan konservasi serta membuat alternatif pengelolaan lingkungan yang berbasis masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan rumus USLE yang digunakan untuk penentuan erosi serta program arc view untuk memetakan erosi yang terjadi. Tingkat pengetahuan penduduk yang diperoleh dari survey kuisioner dikelaskan menjadi tiga. Data yang dikumpulkan meliputi data tanah, data erosi serta data tingkat pengetahuan penduduk Hasil penelitian menunjukan bahwa kawasan Daerah Aliran Sungai Carik memiliki tingkat bahaya erosi ringan hingga sangat berat. Tingkat bahaya erosi ringan dijumpai pada daerah hilir sedang pada daerah hulu memiliki tingkat bahaya erosi sedang hingga sangat berat. Tingkat pengetahuan penduduk termasuk kategori tinggi sehingga peran serta masyarakat dalam kegiatan konservasi lebih baik. Alternatif pola pengelolaan lingkungan akan dititik beratkan pada pengembalian fungsi utama daerah hulu sebagai daerah resapan air dan pengatur daur hidrologi serta daerah hilir sebagai kawasan pemanfaatan dengan tetap memperhatikan kesesuaian lahan yang ada. Kata kunci: daerah aliran sungai, tingkat bahaya erosi, masyarakat

ABSTRACT Indonesia is one of nation which have much natural resources in land or sea. As one of develop nation, Indonesia always have problems with natural resources use. Watershed as the areas not free from human activity. The not conform landuse can make destruction of land, it sign with land slide, flood or soil erosion.. Carik watershed is located in Kulonprogo regenc, Yogyakarta, this area is part of Serang watershed. Which people stress in this areas so make some problems such as land damage. The land damage if not recoveable can make degradation of enviromental quality, bacause that it needs conservation initiative for land damage. Human as one part of component that in the watershed areas must always be involved in all conservations activity, with all part of component the conservation program can be good result. The level of community knowledge especialy for erosion can influence the result of conservation programs. Aims of this research is to evaluation surface erosion hazard level and the spread of this in research areas, evaluated the level of community knowledge about erosion and conservation and make some alternative environment manage with community basic. The method using in this research is USLE that use to equation erosion and arc view program for mapping annual erosion. The level of community knowledge is clasified in three class. Data that collected includes soil data, erosion data and level community knowledge data. Research result show that Carik watershed areas have low erosion hazard level tovery high level. The low erosion hazard level can find in lower areas and the upper areas can find medium to very high erosion hazard level. The level of community knowledge is classified in high class, so community involve in conservation program is good. The pattern of alternative watershed manage is to stress in returns of main function upper land for recharge area and for hidrological cycle arranger, and lower land for human using areas with always keep conform landuse Key word: Watershed, Erosion hazard level, Community

Kata Kunci : Daerah aliran sungai, tingkat bahaya erosi, masyarakat

  1. S2-2008-19801-Abstract.pdf  
  2. S2-2008-19801-Bibliography.pdf  
  3. S2-2008-19801-TableofContent.pdf  
  4. S2-2008-19801-Title.pdf