Laporkan Masalah

Bahaya erosi tanah daerah pengaliran sungai Kedungsiares di atas rencana Waduk Wadaslintang Jawa Tengah

Boedi Tjahyono, Drs. Tukidal Yuniato, M.Sc

1986 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Tujuan penelitian ini adalah menilai secara kuali- tatif tingkat bahaya erosi tanah daerah pengaliran su- ngai Kedungsiares, yaitu di atas rencana Waduk Wadas- lintang di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian semi-detil yang menghasilkan peta bahaya erosi tanah skala 1:50.000. Pada penelitian ini digunakan metode deskriptif ob- servasional dengan pendekatan satuan lahan sebagai sa- tuan pemetaan, sedangkan batas-batas satuan lahan di- peroleh dari hasil interpretasi foto udara, yakni foto udara inframerah berwarna semu skala 1:30.000 tahun 1981. Untuk menilai tingkat bahaya erosi tanah, dilakukan pengamatan, pengukuran dan penilaian terhadap faktor- faktor bahaya erosi tanah pada setiap satuan lahan. Fak- tor-faktor itu meliputi faktor-faktor yang bersifat re- latif tetap (permanen) dan faktor-faktor yang bersifat mudah berubah. Faktor-faktor yang bersifat relatif te- tap adalah faktor iklim, relief dan lereng, tanah serta kenampakan erosi tanah, sedangkan faktor-faktor yang bersifat relatif mudah berubah meliputi faktor tanaman dan penggunaan lahan serta bentuk perlakuan konservasi tanah. Dari hasil evaluasi, didapatkan bahwa 14.325 hektar atau 74,42% lahan di daerah penelitian mempunyai tingkat bahaya erosi tanah relatif rendah, yaitu dari tingkat rendah hingga agak rendah, sedangkan 2.100 hektar atau 10,91% mempunyai tingkat sedang, dan sisanya 2.825 hektar atau 14,67% mempunyai tingkat yang relatif tinggi, yaitu dari ting- kat agak tinggi hingga tinggi. Bahaya erosi tanah tingkat rendah terjadi pada satu- an-satuan lahan dari bentuklahan pada Sistem Aluvial, Sistem Perbukitan dan Sistem Pegunungan yang mempunyai bentuk penggunaan lahan persawahan, hutan dan semak, se- dangkan pada satuan lahan yang mempunyai bentuk penggu- naan lahan pekarangan mempunyai tingkat agak rendah hingga sedang, adapun untuk bahaya erosi tanah tingkat sedang hingga tinggi terjadi pada satuan-satuan lahan yang mempunyai bentuk penggunaan lahan tegalan. Untuk daerah penelitian, variabel-variabel yang ber- peran besar dalam menaikkan tingkat bahaya erosi tanah adalah variabel erosivitas hujan dan variabel kemiringan lereng, sedangkan variabel-variabel yang berperan besar dalam menurunkan tingkat bahaya erosi tanah adalah va- riabel panjang lereng, kerapatan tanaman dan bentuk per- lakuan konservasi tanah

-

Kata Kunci : Erosi tanah,Daerah pengaliran sungai,Wonosobo,Jawa Tengah

  1. S1-1986-2191-abstract.pdf  
  2. S1-1986-2191-bibliography.pdf  
  3. S1-1986-2191-tableofcontent.pdf  
  4. S1-1986-2191-title.pdf