Laporkan Masalah

Kerusakan lahan akibat penambangan batugamping di kawasan Karst Desa Bedoyo dan Karangasem Kecamatan Ponjong Kabupaten Gunungkidul Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Arif Rahmat Satmoko, Dr. Suratman Worosuprodjo, M.Sc.

2005 | Tesis | S2 Ilmu Lingkungan

INTISARI Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui satuan lahan yang rusak dan tingkat kerusakannya akibat penambangan batugamping di daerah penelitian, mengetahui pengaruh faktor ekonomi pada masyarakat terhadap aktivitas penambangan batugamping di daerah penelitian dan menentukan urutan prioritas reklamasi lahan pada satuan lahan yang rusak akibat penambangan batugamping di daerah penelitian. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode deskriptif berupa pengharkatan pada variable-variabel penentu kerusakan lahan. Variabel-varibel penelitian untuk sistim tambang terbuka tanpa penerowongan ada 16 variabel. Variabel-variabel penelitian untuk sistem tambang terbuka dengan penerowongan ada 16 variabel. Tingkat kerusakan lahan ditunjukan dengan Indeks Kerusakan Lahan Penambangan (IKLP). Metode penelitian untuk mengetahui pengaruh faktor penghasilan adalah metode penelitian survei dengan pengumpulan data primer menggunakan quisioner. Sampel penambang diambil secara purposive di Desa Bedoyo dan Karangasem. Urutan prioritas reklamasi lahan disusun dengan mempertimbangkan tingkat kerusakan lahan dan luas penambangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kerusakan lahan terjadi pada satuan lahan KIIVSm sebanyak 7 satuan lahan, satuan lahan KIIVTgl sebanyak 2 satuan lahan, satuan lahan KIVSm sebanyak 4 satuan lahan, satuan lahan KIVISm sebanyak 3 satuan lahan dan satuan lahan KIVIISm sebanyak 3 satuan lahan. Tingkat kerusakan lahan pada sistem tambang terbuka tanpa penerowongan pada tingkat ringan dengan IKLP antara 37 147 terdapat pada 8 satuan lahan seluas 674253,40 m² (3,72%), Kerusakan lahan pada tingkat sedang dengan IKLP antara 148258 terdapat pada 1 satuan lahan seluas 7850,01 m² (0,04%). Kerusakan lahan pada tingkat berat dengan IKLP antara 259 369 terdapat pada 5 satuan lahan seluas 182101,20 m² (1,00%). Tingkat kerusakan lahan pada sistem tambang terbuka dengan penerowongan pada tingkat ringan dengan IKLP antara 37-147 terdapat pada 4 satuan lahan seluas 369222,32 m² (2,04%). Kerusakan lahan pada tingkat sedang dengan IKLP antara 148-258 terdapat pada I satuan lahan seluas 28619,300 m² (0,16%). Kerusakan lahan pada tingkat berat dengan IKLP antara 261372 tidak ada. Faktor penghasilan mempengaruhi masyarakat untuk melakukan aktivitas penambangan batugamping di Desa Bedoyo dan Karangasem. Hal ini terlihat dari hasil uji chi-square test yang menunjukan hasil berpengaruh (p = 0,009, p<0,05). Urutan prioritas reklamasi lahan dengan prioritas I terdiri atas 7 satuan lahan. Urutan reklamasi lahan dengan prioritas II terdiri atas 7 satuan lahan. Urutan reklamasi lahan dengan prioritas III terdiri atas 5 satuan lahan

ABSTRACT The objective of this research first is to know damage of land unit and level of the damage and its effect of mining limestone in research area, second is to know the economic factor influence society of activity of mining limestone in research area, and third is to determine the sequence of reclamation priority of damage land of effect of mining limestone in research area. This research is done with the descriptive method in the form of scoring variables of land damage. Research variables for the systems of open mining without tunnel consist of 16 variables. Research variables for the system of open mining with the tunnel consist of 16 variables. Mount the damage of land showing with the Mine Land Damage Index (MLDI). Research Method to observe the income factor influence is method of research survey with primary data collection use the questioner. Sample Resident is obtained by purposive in Bedoyo and Karangasem Villages. Sequence of priority of land reclamation is compiled by considering level of land damage and wide of inining. The result of research show that land damage on KIIVSm land unit are 7 sets, on KIIVTgl land unit are 2 sets, on KI VSm land unit are 4 sets, on KIVISm are 3 sets, on KIVIISm are 3 sets. Level of land damage at systems of open mining without tunnel at light level by MLDI between 37-147 there are 8 of land unit in 674253,40 m² (3,72%). Land damage at medium level by MLDI between 148-258 there are 1 set of land unit in 7850,01 m² (0,04%). Land damage at heavy level by MLDI between 259-369 there are 5 set of land unit in 182101,20 m² (1,00%). Level of land damage at systems of open mining with tunnel at light level by MLDI between 37 - 147 there are 4 set of land unit in 369222,32 m² (2,04%). Land damage at medium level by MLDI between 148-258 there arel set of land unit in 28619,300 m² (0,16%). Land damage at heavy level by MLDI between 259369 there are no. Income factor influence the society to do the activity of limestone mining in Bedoyo and Karangasem Villages. This is showed on result chi-square test which show of result an effect (p = 0,009, p < 0,05). The first of land reclamation priority is 7 land unit, second is 7 land unit and third is 5 land unit.

Kata Kunci : Kerusakan lahan, penambangan batugamping, kawasan Karst, Desa Bedoyo, Karangasem, Gunungkidul

  1. S2-2005-18714-Abstract.pdf  
  2. S2-2005-18714-Bibliography.pdf  
  3. S2-2005-18714-TableofContent.pdf  
  4. S2-2005-18714-Title.pdf