Laporkan Masalah

Kajian pola penanganan sampah padat domestik terhadap kesehatan lingkungan di Kecamatan Rantau Utara Kabupaten Labuhanratu Propinsi Sumatera Utara

Ali Imran, Dr. Totok Gunawan, M.Si.

2003 | Tesis | S2 Pengelolaan Lingkungan

INTISARI Yang menjadi latar belakang penelitian ini adalah jumlah penduduk semakin bertambah sehingga terjadi suatu densitas, namun lingkungan tidak pernah bertambah luas, bahkan terasa semakin sempit dan padat seiring dengan bertambahnya jumlah manusia. Tingginya populasi penduduk pada umumnya berdampak pada aksesibilitas wilayah, dan status sosial ekonomi masyarakat, yang pada akhirnya akan bermuara pada buruknya kesehatan lingkungan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan dan pengaruh sampah padat domestik terhadap kesehatan lingkungan baik secara kuantitas maupun kualitas yang dipengaruhi oleh aksesibilitas wilayah, kondisi sosial ekonomi masyarakat, peran serta masyarakat dan peran pemeritah. Faktor lain yang mempengaruhi adalah; perilaku masyarakat, sarana dan prasarana, kelembagaan dan teknologi. Sedangkan faktor pendukung; sanitasi dan drainase. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, yang didasarkan pada paradigma positivisme yang bersifat logico-hypoteco-verivikatif Asumsi pertama bahwa obyek/fenomena dapat dilkalisifikasikan menurut sifat jenis, strukturdan bentuk. Sedangkan asumsi kedua dalam penelitian ini bersifat hubungan sebab akibat. Hasil penelitian membuktikan; adanya hubungan antara aksesibilitas wilayah, faktor sosial ekonomi masyarakat, peran serta masyarakat dan peran Dinas Kebersihan dan Pertamanan. Bila beberapa faktor ini dapat ditingkatkan maka jumlah masyarakat yang terjangkit penyakit akibat rendahnya kesehatan lingkungan akan dapat diturunkan, dan kesehatan lingkungan akan dapat ditingkatkan Nilai FFhit > Ftab atau 41,291 > 4,62, Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang menyatakan ada hubungan erat antara aksesibilitas wilayah (X1) dan Faktor sosial ekonomi (X2), Peran Serta Masyarakat, (X3) dan Peran Dinas Kebersihan (X4) terhadap Kesehatan Lingkungan (Y) dapat diterima. Nilai t-hitung 5,809 lebih besar dari nilai t-tabel sebesar 2,001, maka dapat disimpulkan bahwa variabel aksesibilitas wilayah, kondisi sosial ekonomi, peran serta masyarakat dan dinas kebersihan, berpengaruh secara nyata terhadap kesehatan lingkungan. Nilai korelasi antara aksesibilitas wilayah (X?) Terhadap (Y) sebesar 0.588, kondisi sosial ekonomi responden (X2) terhadap (Y) sebesar 0.485, Peran serta masyarakat (X³) terhadap (Y) sebesar 0.421, dan Peran Dinas Kebersihan (X4) terhadap (Y) sebesar 0.479. Pentingnya pengelolaan sampah padat domestik terhadap kesehatan lingkungan diantaranya adalah:1) untuk mencegah terjadinya penyakit, 2) mencegah gangguan estetika, 3) Memberi insentif daur ulang/pemanfaatan dan berkembangnya berbagai jenis penyakit seperti: penyakit pernafasan, kulit dan anemia. Semakin baik pengelolaan lingkungan maka tingkat kesehatan masyarakat akan semakin baik pula Kata Kunci: Kesehatan Lingkungan - Sampah Padat Domestik

ABSTRACT Background of the research is that population is increasingly higher which result in high density, but environment is never widen, even felt narrower and denser by addition of people. The high population influence on area accessibility, and people economic social status, which eventually it will influence on bad environmental health The purpose of this study is to investigate relation and effect of domestic solid rubbish on environmental health either in quantity or in quality influenced by area accessibility, society 's social economic condition, people participation and government role. The other factors influencing are: community behavior, infrastructure, institution, and technology. The supporting factors are sanitation and drainage. This study use quantitative approach based on positivism paradigm that logico-hypoteco-verificative in nature. The first assumption is that object/phenomenon can be classified according to characteristic of type, structure and form. The second assumption is that it is a causal relationship. Result of the study proved that there are relationship between area accessibility, people social economic factor, people participation and role of Cleaning and Park Office. When the factors can be improved then amount of people infected by disease due to low environmental health would be able to decrease and environment health would be improved. Score of F-count was higher than F-tab or 41.291>4.62. Therefore it can be concluded that hypothesis stating existed close relationship between area accessibility (X?) and social-economic factor (X2), people participation (X3) and role of Cleaning Office (X4) on Environmental Health (Y) can be accepted. Score of T-count 5.809 was bigger than score of t-table of 2.001. Then, it can be concluded that variables of area accessibility, social-economic condition, people participation and role of Cleaning Office influenced significantly on Environmental health. Correlation score between area accessibility (X?) on Y is 0.588, social economic condition on Y is 0.485; people participation (X3) on Y is 0.421; and role of Cleaning Office (X4) on Y is 0.479. The importance of domestic solid rubbish management on environmental health is (1) to prevent disease, (2) to prevent aesthetic disturbance, (3) to give incentive to recycle. The better environmental management, the better community health level. Key words: Environmental healt, domestik solid rubbish

Kata Kunci : Kesehatan Lingkungan, Sampah Padat Domestik

  1. S2-2003-8556-Abstract.pdf  
  2. S2-2003-8556-Bibliography.pdf  
  3. S2-2003-8556-TableofContent.pdf  
  4. S2-2003-8556-Title.pdf