Laporkan Masalah

Persepsi masyarakat terhadap kebisingan suara musik dalam angkutan kota di Kota Kupang

Agustina Rambu Emu, Drs. Jamulya, M.S.

2003 | Tesis | S2 Ilmu Lingkungan

INTISARI Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi masyarakat terhadap kebisingan suara musik dalam angkutan kota di Kota Kupang, serta faktor-faktor yang mempengaruhi dan besarnya pengaruh faktor-faktor tersebut pada variasi persepsi masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner, pengamatan terlibat, wawancara mendalam dan sound level meter. Analisis data menggunakan program SPSS 10.0 for windows, meliputi analisis deskriptif, uji Binomial, uji beda Mann-Whitney dan Kruskal-Wallis, serta uji korelasi Spearman pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat berpersepsi positif terhadap kebisingan suara musik dalam angkutan kota dilihat dari variabel umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan pengetahuan. Hal ini disebabkan karena : Pertama, responden berpersepsi positif terhadap sarana musik, dengan alasan suara musik dalam angkutan kota merupakan hiburan bagi sopir dan penumpang, mengatasi rasa bosan dan mengantuk serta sebagai ciri khas Kota Kupang. Sikap positif terhadap sarana ini menyebabkan masyarakat cenderung mengabaikan kebisingan yang terjadi, Kedua, budaya NTT yang secara tradisional menggunakan alat tabuh dan nyanyian sebagai bentuk hiburan menyebabkan mereka lebih memiliki toleransi terhadap bunyi yang keras; Ketiga, diduga masyarakat sudah akrab dengan suara musik dalam angkutan kota karena suara musik yang terus-menerus dan teratur menyebabkan mereka menjadi terbiasa dan dapat beradaptasi terhadap bunyi tersebut. Dengan demikian suara musik dalam angkutan kota dianggap tidak bising, Keempat, hubungan antara rangsang dengan persepsinya tidak selalu sebanding, dalam hal ini suara musik dalam angkutan kota yang secara fisik terukur bising mungkin saja mengesankan tidak bising dan masih berada dalam batas toleransi bagi pendengarnya, Kelima, ada/tidaknya kendali terhadap sumber bunyi akan mempengaruhi persepsi terhadap kebisingan, karena faktor kendali erat kaitannya dengan faktor perkiraan. Ini berarti selama penumpang masih memiliki faktor kendali terhadap sumber bunyi maka mereka akan berpersepsi positif terhadap suara musik dalam angkutan kota.

ABSTRACT The objectives of this research was to know about people's perceptions on music noise in urban transport in Kupang city, the factors that influenced the perceptions and its influence's degree on variations of people's perception. Method of this research is survey method. Collecting primary data with questioner, participatory observation, intensif interview and sound level metre. Data was analysed with SPSS 10,0 for windows, that insist of description analysis, the binomial test, the Mann-Whitney and Kruskal-Wallis tests and also the Spearman correlation test with level of confidence at 95%. The result of this research showed that a large part of Kupang city's people had positive perceptions on music noise in urban transport, in perspective of age, sex, educational rate and knowledge. This conditions is caused by firstly, positive perceptions by responden on music tools (sound system), because the music could give an entertainment, to contend the tired of and feeling of sleepy, and distinctive features of Kupang city. This positive attitude evoke the people tend to ignore the noise; secondly, traditionally, the NTT's people using a percussion instrument and song as an entertain, and therefore they are tolerate to hard sound; thirdly, it is expected that Kupang city's people was familiar with music in urban transport because of continually and regulated music, so they become accustomed and adaptable to that music; fourthly, relation between stimulator and people perceptions not always balances, in this case music sound in urban transport physically was noise but perhaps leave an impression not noise and still in toleration limit for its sounder, fifthly, existence and nonexistence control on sound sources will influence the perception on noise, because the control factor was closely related to estimate factor. This means, during the passenger still have a control factor on sound source, they will have a positive perception on music in urban transport.

Kata Kunci : Kebisingan suara musik, angkutan kota, Kota Kupang

  1. S2-2003-16301-Abstract.pdf  
  2. S2-2003-16301-Bibliography.pdf  
  3. S2-2003-16301-TableofContent.pdf  
  4. S2-2003-16301-Title.pdf