Potensi wilayah kecamatan Tempuran sebagai wilayah industri (Studi kasus kegiatan industri di kecamatan Tempuran kabupaten Magelang)
Arkanuddin, Drs. Soekadri, M.S.; Drs. H.B.S. Eko Prakoso, M.Sp.
2002 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHKeberadaan lokasi wilayah industri dan kegiatan industri yang terkonsentrasi di Kecamatan Tempuran serta pengaruhnya terhadap pembangunan wilayah menjadi pertimbangan tersendiri bagi peneliti untuk melakukan penelitian dengan judul "Potensi Wilayah Kecamatan Tempuran Sebagai Wilayah Industri" (Studi Kasus Kegiatan Industri di Kecamatan Tempuran Kabupaten Magelang) Pemilihan daerah penelitian di Kecamatan Tempuran dilakukan dengan metode purposive sampling, adapun data yang digunakan adalah data sekunder. Dalam penelitian ini tujuan yang akan dicapai adalah mengetahui potensi lokasi relatif, penyediaan lapangan kerja, spesialisasi kegiatan industri, potensi kegiatan industri dan hubungan antara potensi kegiatan industri dengan potensi lokasi relatif dan hierarki fungsional wilayah (tingkat ketersediaan fasilitas pelayanan). Metode. yang digunakan untuk mengetahui pengaruh sektor industri di wilayah industri Kecamatan Tempuran terhadap pembangunan wilayah adalah dengan multiplier basis ekonomi. Perhitungan multiplier basis ekonomi meliputi location quotient, efek multiplier dan multiplier tenaga kerja dan kuosien spesialisasi kegiatan industri. Sedangkan analisa potensi wilayah menggunakan analisa klasifikasi. Untuk analisa hierarki fungsional wilayah dilakukan dengan metode skalogram terlebih dahulu sebelum dilakukan analisa klasifikasi, adapun untuk mengetahui hubungan antar potensi digunakan analisa statistik korelasi Kendall Tau-b. Hasil analisa potensi wilayah diketahui Kecamatan Tempuran mempunyai potensi lokasi relatif sedang dan potensi kegiatan industri yang tinggi. Adanya kegiatan industri basis kelompok ILMK dan Industri Aneka menyebabkan efek multiplier dan multiplier tenaga kerja. Meskipun terjadi efek multiplier tenaga kerja, spesialisasi kegiatan industri tidak terjadi. Sedangkan dari hasil analisa korelasi statistik menunjukkan adanya hubungan antara potensi lokasi relatif dan tingkat ketersediaan fasilitas pelayanan sosial ekonomi dengan potensi kegiatan industri antara Kecamatan Tempuran dengan kecamatan lainnya. Arahan pengembangan wilayah industri Kecamatan Tempuran difokuskan di desa-desa di Kota Tempuran, adapun usaha-usaha pengembangan wilayah Kota Tempuran yang didasarkan pada hasil analisa potensi wilayah dan indikator program pemerintah meliputi peningkatan infrastruktur, peningkatan fasilitas pelayanan sosial ekonomi, peningkatan investasi, keterkaitan antar industri, pencapaian standar kepadatan penduduk untuk lokasi industri, peningkatan pendapatan per kapita dan pengembangan fungsi-fungsi kota.
The existing location of industrial region and the concentration of industrial activities in Tempuran sub district and influence toward regional development are the major consideration for researchers to do research with theme "Regional Potency Tempuran Sub District as Industrial Region" (Study Case Industrial Activities in Tempuran Sub District Magelang District) The selection of Tempuran sub district as research area is based on purposive sampling method, although the data type used is secondary data. The goal of the research will can be reached is knowing the potency of relation location, employment avaibility, specialization of industrial activities, potency of industrial activities and relationship between potency of industrial activities with potency of relative location and regional functional hierarkies (social econmic service size of aviability). Method can be used to find out effect industrial sector in industrial region at Tempuran district toward development region is multiplier basic economic. The calculation of multiplier basic economic consist of lacation quotient, multiplier effect and labour multiplier and specialization industrial activities. While regional potency of analysis by classification analysis to analyze regional functional hierarchies be done with scalogram method before using classification analysis, although for to know correlation between potency be used Kendall Tau-b correlation statistic analysis. Result of regional potency analysis be knowing is medium for potency of relative location and high for potency of industrial activities. The existing ILMK and Aneka group of basic industry activities caused multiplier effect and labour multiplier. In spite of occurred multiplier effect employment, specialization of industrial activities is not occured. While from result statistic correlation analysis refer to relationship between potentcy of relative location and social economic service facilities size of avaibility with potency of industrial activities Tempuran sub district with another sub district. Industrial region development planning in Tempuran sub district focused at villages in Tempuran Town, although development effort Tempuran Town region based on to result regional of potency analysis and government indicator program is consist of infrastructure increasing, social economic service facilities increasing, capital increasing, relationship of industries increasing, reaching population density standard at industry location, income increasing, and town functions development.
Kata Kunci : Potensi wilayah,wilayah industri,Tempuran,Magelang,Jawa Tengah