Penginderaan jauh dan sistem informasi geografis untuk kajian jenis dan laju perubahan penggunaan lahan: Kasus Kabupaten Sleman Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Ali Nurman, Prof.Dr. Sutanto
2002 | Tesis | S2 Penginderaan JauhINTISARI Penggunaan lahan merupakan salah satu fenomena di permukaan bumi yang perubahannya paling dinamis. Di dalam penelitian ini tujuan yang hendak dicapai adalah: (1) mengetahui jenis perubahan penggunaan lahan yang terjadi di Kabupaten Sleman pada kurun waktu tahun 1994-2000, (2) mengetahui laju perubahan penggunaan lahan (% pertahun) yang terjadi di Kabupaten Sleman dan (3) mengetahui distribusi spasial jenis dan laju perubahan penggunaan lahan. Metode yang digunakan adalah Interpretasi digital dan visual citra Landsat TM untuk menghasilkan peta penutup lahan tahun 1994, 1996 dan 2000. Sumber data primer digunakan citra satelit Landsat Thematic Mapper tahun 1994, 1996 dan tahun 2000. Overlay peta penutup lahan dan peta bentuklahan dengan bantuan tabel dua dimensi untuk mendapatkan peta penggunaan lahan. Kajian perubahan penggunaan lahan dilakukan terhadap peta hasil tumpang susun antara ketiga peta penggunaan lahan tersebut melalui prosedur Sistem Informasi Geografi (SIG). Dari analisis data diperoleh jenis perubahan penggunaan lahan daerah penelitian: (1) sawah berubah jadi permukiman dan tegalan, (2) tegalan berubah jadi permukiman dan bandar udara, (3) hutan berubah jadi tegalan. Perubahan lahan sawah menjadi permukiman dan dari tegalan menjadi permukiman merupakan perubahan yang paling dominan terjadi. Periode tahun 1994 1996 luas lahan yang berubah 828,0 ha (1,4%) dari luas daerah penelitian dan periode tahun 1996-2000 luas lahan yang berubah 889,1 ha (1,6%). Rata-rata perubahan tahun 1994-1996 sebesar 0,7%, sedangkan tahun 1996-2000 sebesar 0,4%. Dari kedua periode ini perubahan penggunaan lahan yang paling cepat terjadi pada tahun 1994 sampai tahun 1996. Dari 17 kecamatan, perubahan penggunaan lahan sawah menjadi permukiman paling dominan terdapat di Kecamatan Depok. Aksesibilitas dan jarak terhadap batas Kota Yogyakarta salah satu faktor yang berpengaruh terhadap perubahan penggunaan lahan dari sawah menjadi permukiman.
ABSTRACT Land utilization is one most dynamic world terrestrial phenomenon. In the present study, the objectives are finding out: (1) what changes had taken place in land utilization in Sleman Regency during 1994-2000 period, (2) at what rate annually, and (3) how the spatial distribution of the different types and rate of land use change. The study was based on interpretation of both digital and visual satelite image to produce land covering map. Primary data from Landsat Thematic Mapper satelite for 1994, 1996, and 2000 were used. Land use map was produced by overlaying a covering map with a geographycal map, supplemented with two dimensional table. Changes in land use was obtained by overlaying the three land use maps so produced through a Geographycal Information System procedure. Data analysis revealed that changes in land utilization in the study area included convertions of: (1) wetland rice fields to human settlement areas and upland fields, (2) upland areas to human settlement areas and airport, (3) forest areas to upland areas. Convertions of wetland rice fields and upland areas for human settlement purposes are the most dominant. During 1994-1996, convertion cover 828 ha (1,4% of the study area), and for 1996-2000, the figure is 889,1 ha (1.6%). Annual average of change is 0,7% and 0,4% during 1994-1996, and 1996-2000 periods respectively. Higher rate of land use change took place in 1994-1996 period. Out of the 17 sub-districts in the study area, convertion of wetland rice field for human settlement purposes is most dominant in Depok sub-district. Accessibility and proximity to the city of Yogyakarta is the single determinant most influecing the changes.
Kata Kunci : Penginderaan jauh, sistem informasi geografis, perubahan penggunaan lahan, Kabupaten Sleman