Analisis geomorfologi terhadap daerah permukiman Yogyakarta dan sekitarnya
Arie Purwanto, Dr. Sutikno
1985 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANAnalisia geomorfologi terhadap daerah parau- kiman Kotamadya Yogyakarta dan sekitarnya dimak- sudkan untuk menilai kecocokan lahan permukiman pada setiap satuan bentuklahan. Tujuan penelitian ini, mengadakan klasifikasi bentuklahan melalui interpretasi foto udara dan mengadakan analisis geomorfologi terhadap daerah permukiman di Kota- madya Yogyakarta dan sekitarnya. Hetode penelitian yang digunakan meliputi me- tode interpretasi foto udara dan metode analisis. Metode interpretasi foto udara dimaksudkan untuk mengadakan klasifikasi bentuklahan melalui inter- pretasi foto udara, skala 1: 10.000. Klasifikasi bentuklahan menekankan pada relief, material pe- nyusun batuan, dan proses geomorfologi. Metode analisis digunakan untuk menilai kecocokan lahan permukiman penilaian kecocokan lahan permukiman dilakukan pada daerah sampel yang penentuannya dilakukan dengan cara sampel acak bertingkat. Sratum yang digunakan adalah satuan bentuklahan. Penentuan sampel pada tiap-tiap satuan bentuk- lahan dilakukan secara terpilih, tergantung ke- lengkapan ketersediaan data yang mencakup faktor- faktor bentuklahan yang berkaitan dengan permu- kiman, yaitu relief, material penyusun batuan, dan proses geomorfologi. Faktor-faktor tersebut dibagi menjadi beberapa parameter untuk menilai kecocokan Lahan untuk permukiman, yaitu relief yang dinilai adalah kemiringan lereng; material penyusun batuan yang dinilai daya dukung tanah dan batu-batu besar; proses geomorfologi yang di- nilai adalah banjir, erosi dan rembesan. Tiap- tiap parameter geomorfologi tersebut diberi nilai skor yang besarnya berkisar antara 1 hingga 3 ni- lai akor digunakan sebagai dasar kriteria peni- laian kecocokan lahan untuk permukiman. Klasifi- kasi kecocokan lahan permukiman didasarkan atas jumlah skor pada setiap satuan bentuklahan. Ke- mudian pada setiap satuan bentuklahan diadakan analisis geomorfologi terhadap sarana fisik per- mukiman kota. Analisis geomorfologi terhadap sa- rana fisik permukiman kota dilakukan secara dis- kriptif, yaitu menilai apakah setiap satuan ben- tukiahan cocok untuk sarana fisik permukiman kota atau tidak cocok. Hasil yang diperoleh dari interpretasi foto udara pada Kotamadya Yogyakarta dan sekitarnya, dapat digolongkan menjadi dua satuan bentuklahan, yaitu: 1) Daerah antar sungai, 2) Dataran banjir Taluvial sungai) dan teras sungai. Hasil penilai- an kecocokan lahan permukiman pada setiap satuan bentuklahan adalah:- Daerah antar sungai cocok sebagai daerah peraukiaan, karena tidak mempunyai keterbatasan/hambatan.- Daerah banjir (aluvial sungai) dan teras sungai, kurang cocok sebagai daerah permukiman kota, karena mempunyai keter- batasan/hambatan dalam masalah kemiringan lereng, banjir dan erosi.- Sarana perumahan, pembuangan air limbah dan drainage, serta jaringan-jaringan jalan dan jembatan di dataran banjir (aluvial su- ngai) dan teras aungai mengalami hambatan keniring- an lereng, banjir dan erosi.- Sarana persediaan air bersih/air minus di dataran banjir (aluvial sungai) dan teras sungai cenderung mengalami pencemaran oleh pembuangan air limbah, karena material penyu- sun batuan kebanyakan berupa pasir dengan nilai rembesan yang tinggi sehingga air limbah dapat me- rembes dan mencemari air tanah sebagai sumber perse- diaan air bersih/air minum. Oleh karena iru, sarana pembuangan air limbah sebaiknya diperkeras agar ber- sifat kedap air.
-
Kata Kunci : Analisis geomorfologi,Permukiman,Kota Yogyakarta,DIY