Laporkan Masalah

Studi wilayah pesisir untuk wisata bahari dan pengembangannya menggunakan citra landsat TM dan sistem informasi geografis di Pantai Selatan Banyuwangi

Abd. Gaffar ST, Dr. Hartono, DESS.

2002 | Tesis | S2 Penginderaan Jauh

INTISARI Penelitian ini bertujuan mengkaji kemampuan Citra Satelit penginderaan jauh Landsat-TM untuk menghasilkan data dan informasi kesesuaian lokasi kegiatan wisata bahari dan alokasi ruang fasilitas pendukungnya. Berdasarkan data dan informasi tersebut ditambah data lapangan dan data sekunder lainnya, maka dilakukan studi kesesuaian wisata bahari dan pengembangannya di Pantai Selatan Banyuwangi. Studi ini dilakukan dengan menggunakan metode Sistem Informasi Geografis dengan teknik tumpang susun data: Arus, Ombak, Kualitas air, Kedalaman, Pasang Surut, Substrat Dasar Perairan, Tutupan Terumbu Karang, Buffer pantai, Penggunaan/Penutup lahan, Bentuk lahan, Kelerengan, Tekstur tanah, Erosi tanah, dan Kerentanan banjir. Hasil Tumpang susun kemudian dilakukan matching dengan data lainnya sehingga diperoleh lokasi-lokasi dengan tingkat kesesuaiannya, dengan jenis pemanfaatan Wisata Bahari, Wisata Pantai-Pesisir darat dan laut, serta untuk penentuan lokasi fasilitas wisata. Berdasarkan hasil interpretasi citra satelit Landsat-TM, diperoleh informasi tentang kemampuan beserta tingkat ketelitiannya untuk menghasilkan; Bentuk lahan (92, 29%), Penggunaan lahan (90, 90%), Kondisi substrat dasar perairan (82, 66%), tingkat kerentanan banjir (87, 5%) dan tingkat bahaya erosi tanah (79, 19%). Secara umum tiap pantai di wilayah Pesisir Selatan Banyuwangi dapat dikembangkan kegiatan wisata bahari yang meliputi a. surfing, b. memandang panorama alam, c. berjalan-jalan. berjemur, d. berenang, e. berlayar, f. berkapal, g. ski air, h. memancing, i. olahraga pantai, k. bermain layangan, 1. snorkeling/diving, dan m. berkemah. Berikut adalah jenis pantai yang disusun berdasakan prioritas pengembangannya dan jenis kegiatan yang sesuai: Prioritas Pertama, yaitu (i). Pantai Plengkung (a, b, d, e, dan I), (ii) Segara Anakan (b, c, e, f, g, h, dan i), (iii) Rajakwesi dan (iv) Pantai Sukamade (b, c, d, i, j, k). Prioritas Kedua yaitu: (v) Kawasan Terumbu Karang Pasir Putih, Prepat, dan Tanjung Pasir (b, c, d, e, i, dan I), (vi) Pantai Triangulasi (b,c, dan d) (vii). Pantai Grajagan (c, d, i, j, dan k), (ix) Pantai Lampon (b, c, d, dan i). Prioritas Ketiga yaitu: (ix) Pantai Pancer (b, c, i, j, dan k) dan (x) Pantai Pancur (b, c, d, dan m). Masing-masing pantai tersebut di atas memiliki daerah yang sesuai untuk pembangunan fasilitas pantai. Walaupun demikian, dalam pengembangannya, terdapat beberapa faktor pembatas yaitu aksesibilitas, ketersediaan air besih dan fasilitas wisata serta masih kurangnya promosi. Untuk itu diperlukan pengelolaan wilayah dengan melibatkan semua stakeholder yang terkait dalam rangka mengoptimalkan potensi sumberdaya yang ada dengan tetap memperhatikan kelestarian fungsi-fungsi lingkungannya. Kata Kunci: Penginderaan Jauh, SIG, wisata bahari, tingkat kesesuaian, terumbu karang.

ABSTRACT The objectives of this study are to assess the capability of Landsat TM satellite image, to gain data and information requires that used to know the land suitability for coastal tourism activities and its supporting facilities. Based on data and information, added by field data, as well as secondary data, the study on coastal tourism has been carried out in Selatan Banyuwangi Coast. The study was carried out by using Geographical Information System method by overlaying technique on data, such as: sea current, wave, waters quality, waters depth, tides, material bottom subtract, corals cover, coast buffer zone, land use/land cover, land form, slopes, soil textures, land erosions and flooding risks. Result of overlaying technique have matched to other various data, in that obtained several locations by suitability level: coastal tourism, land-coast tourism, and tourism facility sites From the interpretation of Landsat TM satellite image, obtained information about their capability as well as validity level for getting; landform (92, 29%), land use (90, 90%), Material Bottom Subtracts condition (82, 66%), Flooding Risks (87, 5%) and Land Erosion Risks (79, 19%). In general, each area of Selatan Banyuwangi coast, highly possible to develop coastal tourism activities; Surfing, natural seeing, sun bathing, swimming, sailing, boating, water ski, fishing line, sports, kiting, snorkeling/diving, and camping. Herewith, sides of, which are ranked by third priority of development and suitable activities, First priority, are (i). Plengkung coast (a, b, d, e, and I), (ii) Segara Anakan coast (b, c, e, f, g, h, and i), (iii) Rajakwesi and (iv) Pantai Sukamade coast (b, c, d, i, j, k). Second priority are: (v) Coral reef areas of Pasir Putih, Prepat, and Tanjung Pasir (b, c, d, e, i, and I), (vi) Triangulasi coast (b, c, and d) (vii). Grajagan coast (c, d, i, j, and k), (ix) Lampon coast (b, c, d, and i). Third priority are: (ix) Pancer coast (b, c, i, j, and k) and (x) Pancur coast (b, c, d, and m). Those coast areas have suitability for coastal facilities development. However, in developing there are some limited factors (i.e.: accessibility, lack of water supply and facility and ineffective promotion. Yet, In order to optimally these potencies, it would need a good management, which is involving various related stakeholders by considering the conservation aspects of environment. Key words: Remote sensing, GIS, coastal tourism, suitability level, coral reef.

Kata Kunci : Penginderaan Jauh, SIG, wisata bahari, tingkat kesesuaian, terumbu karang

  1. S2-2000-15279-Abstract.pdf  
  2. S2-2000-15279-Bibliography.pdf  
  3. S2-2000-15279-TableofContent.pdf  
  4. S2-2000-15279-Title.pdf