Pariwisata, Laporan Keberlanjutan, dan Pasar Saham: Analisis Event Study Pada Industri Pariwisata dan Rekreasi di Indonesia
Khara Makrothomia Toda, Dr Ertambang Nahartyo, M.Sc., CMA, Ak, CA
2025 | Tesis | S2 Manajemen
Sektor pariwisata merupakan salah satu pilar penting perekonomian Indonesia, namun juga sangat rentan terhadap guncangan global seperti pandemi COVID-19. Penerapan prinsip keberlanjutan melalui Sustainability Report Disclosure (SRD) diharapkan mampu menjadi sinyal positif bagi investor serta meningkatkan nilai perusahaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh SRD terhadap Abnormal Return (AR) dan Market Capitalization (MC) pada emiten sektor pariwisata dan rekreasi (E51) di Bursa Efek Indonesia periode 2021–2024. Metode yang digunakan adalah event study dengan pendekatan kuantitatif. Sampel dipilih secara purposive pada perusahaan E51 yang menerbitkan laporan keberlanjutan dan memiliki data harga saham harian lengkap. Variabel SRD diukur secara biner, sedangkan AR dihitung dari selisih return aktual dan return yang diharapkan, serta MC dihitung dari harga saham dikalikan jumlah saham beredar. Analisis regresi panel dilakukan dengan Random Effect Model (REM) menggunakan jendela peristiwa ±7 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SRD tidak berpengaruh signifikan terhadap AR (p = 0,5350) maupun MC (p = 0,0062 dengan arah negatif), sehingga hipotesis H1 dan H2 tidak didukung. Temuan ini mengindikasikan bahwa pasar modal Indonesia, khususnya sektor pariwisata dan rekreasi, belum merespons SRD sebagai sinyal positif. Investor cenderung memandang laporan keberlanjutan sebagai potensi beban biaya atau risiko, bukan sebagai pendorong nilai perusahaan. Penelitian ini menegaskan adanya kesenjangan antara teori global yang menekankan peran SRD sebagai pengurang asimetri informasi dengan realitas lokal di Indonesia yang masih skeptis terhadap praktik keberlanjutan. Hasil ini memberikan implikasi bagi perusahaan, regulator, dan peneliti selanjutnya untuk memperbaiki kualitas laporan keberlanjutan serta menelaah faktor institusional dan perilaku investor dalam konteks pasar domestik.
This study examines the impact of Sustainability Report Disclosure (SRD) on Abnormal Return (AR) and Market Capitalization in tourism and leisure sector issuers (E51) listed on the Indonesia Stock Exchange during 2021–2024 using an event study approach. The research is grounded in Signaling Theory, Stakeholder Theory, and the semi-strong form of the Efficient Market Hypothesis. Employing secondary data from sustainability reports, annual reports, and daily stock prices within a ±7-day event window, the study applies panel regression with a Random Effect Model (REM). The findings reveal that SRD has no significant effect on either AR or market capitalisation, leading to the rejection of both hypotheses (H1 and H2). This suggests that the Indonesian capital market does not yet perceive SRD as a positive signal for firm value, but rather as an additional cost burden or risk. The study highlights a gap between global theoretical expectations regarding SRD and the actual investor response in Indonesia, and calls for further research on regulatory, institutional, and investor behaviour factors.
Kata Kunci : pariwisata, sustainability report, abnormal return, market capitalization, event study.