Dinamika Simpanan Karbon Hutan Mangrove Desa Mangunharjo Kota Semarang Tahun 2012-2025 melalui Pendekatan Spatio-Multitemporal
Ari Qoirul Setyawan, Prof. Dr. Ir. Ris Hadi Purwanto, M. Agr.Sc., IPU., ; Dr. Drs. Ir. Senawi, M. P., IPU.,
2025 | Skripsi | KEHUTANAN
Perubahan iklim menjadi sebuah tantangan besar dunia dewasa ini. Sektor kehutanan Indonesia memegang peranan strategis dalam penurunan emisi global melalui Enhanced Nationally Determined Contribution (E – NDC) 2021-2030 dan Indonesia’s FOLU Net Sink 2030. Di balik peran tersebut, perubahan penggunaan dan tutupan lahan atau Land Use and Land Cover Change (LULCC) menjadi ancaman bagi keberlanjutan ekosistem hutan mangrove, terutama di lingkungan pesisir Kota Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika tutupan lahan mangrove serta perubahan simpanan karbon dan serapan CO? di Desa Mangunharjo, Kota Semarang tahun 2012–2025.
Metode penelitian mengintegrasikan analisis multitemporal citra satelit dan pengukuran secara terestrial di lapangan. Citra satelit Planet (resolusi 3-5 meter) digunakan untuk menganalisis dinamika tutupan dan kerapatan hutan mangrove. Pengukuran karbon di lapangan menggunakan teknik stematic Sampling berpedoman pada Inventarisasi Hutan Nasional (IHN) 2.0 yang kemudian dihitung menggunakan persamaan alometrik dan dikonversi menjadi cadangan karbon. Estimasi karbon dan serapan CO? total dihitung menggunakan model persamaan terbaik hasil analisis regresi antara data karbon dan nilai kerapatan yang diperoleh dari transformasi indeks vegetasi, antara lain Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), Enhanced Vegetation Index (NDVI), Soil Adjusted Vegetation Index (SAVI), dan Green Normalized Difference Vegetation Index (GNDVI) pada 42 plot
sampel berbentuk lingkaran (r = 11,29 meter).
Model estimasi stok karbon terbaik diperoleh menggunakan SAVI melalui regresi eksponensial dengan persamaan y = 35,924e3,772x, nilai R² = 0,72, dan
RMSE = 12,61. Hasil data menunjukan stok karbon dan serapan CO? mengalami fluktuasi dengan puncak pada 2018 (95,36 ton/ha; 4.389,56 ton total karbon atau setara 16.109,69 ton CO?), lalu menurun pada 2021 akibat proyek pembangunan Sungai Bringin, sebelum pulih pada 2025 (66,6 ton/ha; 3.472,82 ton total karbon atau 12.770,95 ton CO?). Data tersebut menegaskan bahwa dinamika hutan mangrove Desa Mangunharjo sebagai penyerap karbon dipengaruhi oleh tekanan lingkungan dan kegiatan rehabilitasi, sehingga diperlukan perumusan kebijakan dan teknik pengelolaan lingkungan pesisir yang tepat.
Climate change has become one of the world’s greatest challenges today. Indonesia’s forestry sector plays a strategic role in reducing global emissions
through the Enhanced Nationally Determined Contribution (E – NDC) 2021–2030 and the FOLU Net Sink 2030 target. However, Land Use and Land Cover Change (LULCC) poses a serious threat to the sustainability of mangrove ecosystems, particularly in the coastal areas of Semarang City. This study aims to analyze the dynamics of mangrove land cover as well as changes in carbon storage and CO? sequestration in Mangunharjo Village, Semarang City, from 2012–2025.
The research integrated multitemporal satellite imagery analysis with terrestrial field measurements. Planet satellite imagery (3–5 m resolution) were
used to asses mangrove cover and density dynamics, field carbon data were collected using a Systematic Sampling technique based on the National Forest Inventory (NFI) 2.0. Biomass was calculated using allometric equations and converted into carbon stocks. Total carbon storage and CO? sequestration were estimated using regression models between carbon data and vegetation indices (NDVI, EVI, SAVI, GNDVI) derived from 42 circular plots (r = 11.29 m).
The best model was obtained using SAVI trough an exponential regression equation: ???? = 35,924????3,772???? (R² = 0.72; RMSE = 12.61). The results showed that
carbon stocks and CO? sequestration fluctuated, peaking in 2018 (95.36 tons/ha; 4,389.56 tons of total carbon or equivalent to 16,109.69 tons of CO?), declining in 2021 due to the Bringin River development project, and recovering in 2025 (66.6 tons/ha; 3,472.82 tons of total carbon or 12,770.95 tons of CO?). These findings indicate that the carbon dynamics of the Mangunharjo mangrove forest are influenced by environmental pressures and rehabilitation activities, emphasizing the need for effective coastal ecosystem management and policy interventions
Kata Kunci : LULCC, Penyerapan Karbon, Citra Planet, Indeks Vegetasi, Regresi ; LULCC, Carbon Sequestration, Planet Imagery, Vegetation Index, Regression